Sunday, January 1, 2012

Kaleidoskop Tahun 2011 : Peristiwa, Tragedi Dan Bencana

Tulisan ini disajikan dalam rangka mengingat kembali beberapa kejadian sepanjang 2011. Saudara-saudara dapat merasakan bahwa ternyata satu tahun tidak terasa sudah terlewati. Tulisan ini ditulis di malam tahun baru, jadi saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2012..

 

 

Tsunami Jepang




Tahun 2011 terjadi gempa terbesar sepanjang sejarah modern di Jepang pada Maret 2011. Pusat gempa ini terletak pada kedalaman 10 km, dengan jarak 125 km dari pesisir timur, 380 km arah timur laut Tokyo. Kejadian ini diliput terus selama beberapa hari sejak kejadian di media-media di Indonesia karena selain gempa, terjadi tsunami dan bahaya radiasi yang menarik perhatian dunia.

Gempa ini kemudian disusul dengan tsunami setinggi 10 meter yang menyapu kota di pesisir, menyapu apapun yang menghadangnya hingga sejauh 7 km. Hampir 16 ribu orang tewas, 4 ribu orang hilang dan enam ribu terluka di delapan prefektur. Tak kurang dari 125 ribu bangunan rusak dengan kerugian diperkirakan mencapai $ 300 miliar.

Tetapi bangsa Jepang langsung bangkit bahu-membahu untuk menyalurkan bantuan bagi sesama. Ketika pasokan listrik berkurang (karena pembangkit listrik tenaga nuklir harus dimatikan) mereka berprakarsa untuk mengurangi penggunaan listrik supaya semua orang kebagian. Bangsa Jepang menawarkan pandangan baru, bahwa ada andil Tuhan atau tidak, bencana adalah kesempatan bagi manusia untuk menunjukkan kekuatan hati mereka: cepat bangkit dan saling menolong.

 

Gunung Anak Krakatau






Di tahun 2011 ini, Indonesia pun tidak lepas dari kejadian alam, walaupun tidak membahayakan seperti tsunami Jepang.

Ledakan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883 belum hilang dari ingatan dan sejarah orang Indonesia. Dentuman terdengar hingga sejauh 3000 km, dan bumi tertutup debu vulkanik selama hampir satu tahun. Kemudian pada tahun 1928, Anak Krakatau muncul dari lautan dan terus bertambah tinggi hingga sekarang. Dalam jangka waktu 75 tahun, tingginya kini mencapai lebih dari 300 meter di atas permukaan laut.

Kengerian letusan Krakatau diturunkan kepada Anak Krakatau, gunung berapi aktif termuda di Indonesia. Sejak September 2011, gunung ini berstatus waspada. Aktivitas gunung meningkat, ditandai gempa tektonik hingga 6000 kali setiap hari. Asap tipis terlihat di puncak, tapi tanpa disertai lontaran material vulkanik. Jarak aman bagi warga dan wisatawan ditetapkan sejauh 2 km. Warga di Pulau Sebesi yang berjarak dua jam perjalanan laut masih bisa beraktivitas seperti biasa, karena gempa diperkirakan tidak berisiko memunculkan tsunami.

Sering aktifnya Anak Krakatau dikhawatirkan berdampak buruk pada jembatan selat Sunda yang rencananya akan dibangun pada 2014. Tetapi Gunung Anak Krakatau secara teratur mengeluarkan letusan sehingga tidak menghimpun energi sebesar letusan tahun 1883.

Sepanjang tahun setidaknya 18 gunung di seluruh Indonesia berstatus siaga serta 6 gunung berstatus waspada, yakni Gunung Merapi di Sumatera Barat, Tambora di NTB, Anak Ranakah di Kabupaten Manggarai NTT, Lokon dan Karangetang di Sulawesi serta Anak Krakatau di Lampung. Sementara itu di Yogyakarta, lahar dingin sisa erupsi Gunung Merapi tahun 2010 masih membanjiri desa-desa sekitar, terutama setelah hujan turun.
Kapal Sinar Kudus






Kejadian yang begitu mengejutkan di tahun 2011 terjadi pada bulan Maret 2011. MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia sedang dalam perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan, menuju Rotterdam, Belanda, ketika dibajak di Semenanjung Somalia. Kapal tersebut mengangkut nikel senilai Rp 1,4 triliun milik PT Aneka Tambang.

Mereka disandera selama 46 hari, sejak Rabu 16 Maret. Pembajak meminta tawanan ditukar dengan tebusan puluhan miliar rupiah. Direktur Utama PT Samudera Indonesia David Batubara kemudian membayar tebusan senilai lebih dari $ 4,5 juta kepada para pembajak agar kapal dan isinya dibebaskan.

Pemerintah mengirimkan pasukan untuk pembebasan dengan tiga jenis kapal perusak, KRI Yos Sudarso 353, KRI Banjarmasin dan KRI Halim Perdana Kusuma 355. Ada pula helikopter, tank, lengkap dengan 488 personel. Sabtu, 7 Mei, 20 anak buah kapal Sinar Kudus tiba dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta.

Sinar Kudus bukan satu-satunya kapal berisi warga negara Indonesia yang dibajak. Bajak laut Somalia telah lama menjadi ancaman di perairan internasional sejak awal abad 21. Kemiskinan luar biasa di Tanjung Afrika dan konflik bersenjata diduga sebagai pemicu munculnya para pembajak kejam ini. Pembajakan telah menjadi perhatian internasional karena banyaknya kapal yang disandera dengan tujuan meminta tebusan. Pada tahun 2010 saja, lebih dari 4 ribu orang pernah menjadi sandera. Puluhan negara di dunia telah berupaya menumpas para bajak laut baik secara sendirian maupun gabungan, namun belum berhasil hingga kini.
Teror Bom Indonesia



Kejadian Teror bom menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan menimbulkan kepanikan. Puluhan laporan diterima, meski sebagian besar kecurigaan tak menemukan bukti. Masyarakat kemudian menjadi takut dan waspada menerima paket serta curiga terhadap bungkusan tak bertuan di tempat-tempat umum.

Semua ini berawal dari tiga teror bom dalam sehari, 15 Maret 2011. Bom pertama berupa kiriman paket buku berjudul "Mereka Harus Dibunuh" yang ditujukan kepada aktivis Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla di Utan Kayu. Curiga karena pengirim paket itu tak dikenal dan tampak kabel yang menjulur, penerima paket melapor pada Polisi.

Polisi memanggil tim penjinak bom, yang tak kunjung datang. Kepala Satuan Resort dan Kriminal Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Dodi Rahmawan kemudian berinisiatif menjinakkan bom dengan menyiramnya. Malang, bom meledak, melukai lengan Kompol Dodi dan Koordinator Keamanan Komunitas Utan Kayu, Mulyana.

Paket serupa juga dikirimkan ke Ketua Badan Narkotika Nasional Goeries Mere dan kediaman Ketua Pemuda Pancasila Yapto S. Bom juga mampir di kediaman penyanyi Ahmad Dhani dan di Kota Wisata Cibubur. Keempat bom itu berhasil dijinakkan sebelum meledak. Sejak saat itu teror bom menyebar di daerah-daerah lain, seperti Bandung, Medan, Makassar, Bali, Cianjur dan Semarang.

 

Kecelakaan Merpati




Peristiwa kecelakaan ini menambah daftar kejadian kecelakaan udara dan laut di Indonesia. Dengan hentakan keras, pesawat Merpati MA 60 mendarat di perairan Kaimana, Papua Barat. Cuaca buruk, 7 Mei 2011 membuat pilot tak dapat mendarat di bandara. Pesawat buatan Cina itu pecah, lalu tenggelam di lautan. 21 penumpang dan awak tewas.


Pesawat yang jatuh adalah buatan Cina tahun 2010. Tragisnya, lokasi tenggelamnya pesawat hanya berjarak 500 meter dari landasan pacu bandara. Kecelakaan ini menambah daftar masalah yang harus dihadapi PT Merpati Nusantara Airlines.

Secara finansial, maskapai milik negara ini sedang mengalami kesulitan karena terlilit utang. Pada bulan Oktober, armadanya tak bisa terbang karena Pertamina menghentikan pasokan bahan bakar. Pasalnya, Merpati belum membayar tunggakan avtur senilai lebih dari setengah triliun rupiah.

Pada 9 September, pesawat Caravan milik Susi Air jatuh di Distrik Pesema, Yahukimo. 22 September, Pesawat milik Maskapai Yayasan Jasa Aviasi Indonesia jatuh di Gunung Paspalai, Papua. Tiga tewas. Masih pada bulan yang sama, pesawat Casa 212 milik PT Nusantara Buana Air jatuh di Pegunungan Bohorok, Langkat, Sumatera Utara. Seluruh penumpang dan kru, 18 orang, tewas.

Kecelakaan angkutan laut juga tak kalah berbahaya. Bulan Agustus dan September saja setidaknya ada lima kecelakaan kapal yang menewaskan puluhan orang. Pada 27 Agustus, Kapal Motor Windu Karsa menenggelamkan 10 orang di Kolaka, Sulawesi Tengah. Pada 21 September, Kapal Sri Murah Rezeki tenggelam dan menewaskan 14 orang di Nusa Lembongan, Bali. Tanggal 24 September, 13 tewas di perairan Kepulauan Kangean, Sumenep karena kapal Motor Tunggal Putri tenggelam. Sementara itu, pada 26 September, Kapal Motor Marina Nusantara tenggelam di Barito, Kalimantan Selatan. Sedangkan pada 28 September, giliran Kapal Motor Kirana terbakar dan menewaskan 8 penumpang di Tanjung Perak, Surabaya.

Meski kecelakaan di udara dan laut sangat memprihatikan, jalan raya masih menjadi pencabut nyawa paling berbahaya. Hanya dalam rentang waktu dua pekan sepanjang arus mudik dan arus balik 23 Agustus hingga 3 September, 587 orang tewas karena kecelakaan lalu lintas.

 



Pergolakan Arab






Tahun 2011 ini kita masih teringat akan kejadian-kejadian menumbangkan kekuasaan negara di beberapa negara timur tengah. Hingga akhirnya salah satu media pers amerika memberikan nominasi Men of The Year yang memberikan perubahan dunia pada kejadian-kejadian itu.

Tahun 2011 bisa dikatakan sebagai tahun bangkitnya negara-negara Arab. Protes rakyat berujung revolusi terjadi di Tunisia dan Mesir, menyebabkan perang saudara di Libya dan demo besar-besaran di Suriah, Yaman dan negara-negara sekitarnya. Gerakan rakyat bermula dari ketidakpuasan terhadap pemerintah, utamanya rezim yang menguasai negara selama puluhan tahun. Tingkat pengangguran tinggi, inflasi, korupsi, kehilangan hak berpendapat dan kondisi kehidupan sehari-hari mulai tak tertanggungkan.

Presiden Tunisia Ben Ali mengakhiri kekuasaan 23 tahun dan melarikan diri ke Arab Saudi. Pengadilan dilakukan secara in absentia dengan hukuman penjara selama 35 tahun untuk satu tuntutan. Ben Ali dituntut dalam 93 kasus, 35 diantaranya oleh pengadilan militer.

Tanggal 25 Januari, jutaan orang berkumpul di Tahrir Square, Kairo meminta Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur. Meski akses komunikasi ditutup pemerintah, penyebaran pesan berlanjut melalui media sosial. 11 Februari, Mubarak mundur dari jabatan yang sudah dipegangnya sejak 1981. Dia kemudian diadili atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan dinyatakan bersalah merugikan keuangan negara.

Berbeda dengan presiden Mesir dan Tunisia, Pemimpin Libya Muammar Khadafi tak menyerah dengan tuntutan rakyat. Kolonel Khadafi malah mengangkat senjata dan membantai mereka yang berseberangan dengannya. 20 Oktober, Muammar Khadafi tertangkap saat bersembunyi di kota kelahirannya, Sirte. Dunia gemetar menyaksikan diktator selama 34 tahun ini diseret dan dibantai di depan kamera. Mayatnya kemudian dipamerkan di sebuah toko daging.

Pasca runtuhnya rezim lama, rakyat berharap demokrasi membawa kesejahteraan. Padahal menggulingkan penguasa lalim baru langkah pertama dari rangkaian kerja keras. Mempertahankan era keterbukaan sekaligus menguatkan ekonomi adalah tantangan yang harus dihadapi negara-negara yang baru berubah ini.

 

Sumber Referensi dan Gambar:

www.yahoo.co.id

No comments:

Post a Comment

Beri Komentar...
Jangan lupa klik iklan-iklan blog ini..