Thursday, August 2, 2012

Keutamaan Shalat Hajat: Bagian Kedua (Adab dalam Berdoa)

oleh Anggit Tinarbuka AW

Telah dijelaskan di tulisan sebelumnya akan istimewanya memohon dan berdoa di bulan ramadhan. Akan tetapi jangan khawatir kalau pada bulan-bulan lainnya kita tidak  bisa memanjatkan doa seperti di bulan ramadhan. Ramadhan menjadi begitu spesial karena dimuliakannya bulan ini begitu pula bulan-bulan haram lainnya. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwasanya Allah senang kepada hambaNya yang memohon kepadaNya serta tidak suka apabila hambaNya tidak memohon padaNya. Sehingga kapanpun waktunya itu tidak menjadi penghalang bagi kita untuk memohon kepada Allah SWT.

“Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah pun murka kepadanya.” (HR. Tirmidzi)


Saudaraku sekalian, sesungguhnya kekuatan doa sangatlah besar. Apabila Allah memperkenankan / menghendaki maka jadilah “Kun Fayakun”. Perlu kita ketahui bersama bahwa hakikat seseorang yang berdoa dan memohon kepada Allah, sesungguhnya orang tersebut telah meyakini bahwa hanya kepada Allah lah kita bergantung, hanya kepada Allah lah kita meminta dan memohon serta mengakui Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan hanya Allah Rabb kita. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin Allah tidak mengabulkan doa hambaNya yang mengakui dan memujinya.

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Al Mu’min [40]:60)


“Doa itu adalah otaknya ibadah” (HR. Ibnu Hibban dan Tirmidzi)


Dalam bahasan tentang doa lainnya, disebutkan bahwa terdapat syarat terkabulnya doa, baik itu tempat-tempat yang lebih utama dikabulkan doa, waktu-waktu yang lebih utama, orang-orang yang diterima doa nya serta syarat-syarat lain.

Adapun tempat-tempat yang lebih utama adalah [1] di masjidil haram dan masjid nabawi ataupun di [2] masjid-masjid lainnya; [3] di pojok Hajar Aswad; [4] di Hijr Isma’il; [5] di sumur zam-zam; [6] di bukit Shofa dan Marwah; [7] di padang Arafah; [8] dalam majlis-majlis dzikir, dll.

Adapun waktu-waktu yang lebih utama yaitu [1] di sepertiga malam yang terakhir; [2] sehabis shalat fardhu; [3] waktu antara azan dan iqamah; [4] ketika shalat hajat; [5] ketika sujud; [6] waktu antara khutbah pertama dan kedua shalat jum’at; [7] pada hari jum’at; [8] pada saat berpuasa dan berbuka; [9] pada saat bepergian; [10] pada malam lailatul qadr, [11] saat mengkhatamkan Al Quran; [12] pada hari Arafah; [13]  pada bulan Ramadhan; [14] saat hujan turun, dll.

"Ada dua macam doa yang tidak akan ditolak atau sedikit sekali ditolaknya, yaitu doa ketika ada panggilan shalat - yakni antara azan dan iqamah - dan pula doa ketika berkecamuknya peperangan, yakni di waktu sebagian yang bertempur itu bergulat dengan sebagian lainnya."


Adapun orang-orang yang diterima doa nya adalah [1] orang yang teraniaya; [2] orang yang berpuasa; [3] orang yang miskin; [4] orang yang mendoakan orang lain; [5] orang yang menangis dalam doa nya, [6] orang yang sedang dalam bepergian; [7] doa orangtua terhadap anaknya, dll.

“Ada tiga doa yang tidak ragu-ragu lagi dikabulkan. Doa orang yang teraniaya, doa orang yang bepergian, dan doa orang tua terhadap anaknya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)


Adapun syarat-syarat diterimanya doa adalah dalam [1] tempat dan waktu yang baik; [2] dalam keadaan suci; [3] tidak makan atau minum yang haram; [4] yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah; [5] tidak untuk dosa; [6] bertaqwa kepada Allah; [7] dengan rendah hati dan suara lembut; [8] sabar dan mengerjakan shalat; [9] tidak tergesa-gesa dalam doa nya, dll.

"Akan dikabulkanlah sesuatu doa bagi seseorang di antara engkau semua, selama ia tidak tergesa-gesa" (Muttafaq 'alaih)


Kemudian, selain dikabulkannya permohonan dan harapan seorang hamba, doa juga memiliki faedah bagi kita. Diantaranya adalah [1] Dapat membuka pintu rahmat; [2] dapat menolak bencana; [3] memberi manfaat; [4] memudahkan datangnya rizki; [5] menolak ketetapan Allah, dll.

Rasulullah SAW bersabda,

“Doa itu dapat membuka pintu rahmat.” (HR. Dailamie)


“Doa itu dapat menolak bencana.” (HR. Abu Syaikh)


“Dan sesungguhnya doa itu dapat memberi manfaat kepada yang telah diturunkan dan kepada yang belum diturunkan. Dan tidak ada yang dapat menolak ketetapan Allah kecuali doa. Karena itu berdoalah kamu.” (HR. Tirmidzi)


Selain itu faedah / manfaat dari doa lainnya ialah [6] membuat hati menjadi tentram; [7] penyembuh berbagai penyakit; [8] pengantar kebahagiaan dunia akhirat; [9] penghubung sesama sahabat; [10] penghubung antara orang tua dan anak; [11] penghubung anak dan orangtua yang telah meninggal, dll.

Untuk penjelasan maupun dalil dari faedah doa di atas dapat dilihat di surat-surat Al Quran, Ar Ra’du ayat 28, Yunus ayat 57 dan Al Baqarah ayat 201.

Dengan mengetahui dan mengikuti adab dalam berdoa semoga semakin memotivasi saudaraku sekalian untuk senantiasa berdoa dan berdzikir kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Mendengar.

 

Sumber referensi:

Al Qur’an Al Kariim

Hadits Arba’in An Nawawi

Hadits Qudsi

Riyadhus Shalihin

Panduan Shalat Hajat

 

Keutamaan Shalat Hajat: Bagian Pertama (Keutamaan Berdoa di Bulan Ramadhan)

Keutamaan Shalat Hajat: Bagian Kedua (Adab dalam Berdoa)

Keutamaan Shalat Hajat: Bagian Ketiga (Seputar Shalat Hajat)

2 comments:

Beri Komentar...
Jangan lupa klik iklan-iklan blog ini..