Tuesday, March 11, 2014

Cheng Hoo The Pride Of Moslem’s Seaman



article quoted from The Hajj of Mohammad Cheng Hoo Foundation

Among Indonesian people, The Hajj of Mohammad Cheng Hoo, whom also known as Admiral Mohammad Cheng Hoo or Ma Zheng He, has been popular among society especially Chinese people at Indonesia. Though he has been known as Sam Po Kong and according to ‘Sam Po Kong di Indonesia’ wrote by Prof. Kong Yuang Zhi, Javanese people knew him as Dampo Awang.

As a seaman, the world has admitted that the expedition of Admiral Mohammad Cheng Hoo has had huge historical value until now. His great voyage, actually also admitted by world’s historian and its value was the same with other famous seaman, i.e. Marco Polo and Colombus.

First expedition of Admiral Mohammad Cheng Hoo began on 11 July 1405 AD. Some of this expedition had performed for 26 years until 1433 AD, followed by 200 vessels with 28.000 sailors and visited 38 countries in Asia and Africa. Through this expedition, Admiral Mohammad Cheng Hoo also built bilateral relationships in politic and trading with other countries he visited during the expedition, then his most successful voyage also known as ‘Silk and Ceramic’s Road’

Through this seventh expeditions across the world, Admiral Mohammad Cheng Hoo always visited Indonesia. At Java island, Admiral Mohammad Cheng Hoo built mosque and musholla, i.e. a mosque in Gedung Batu located at Semarang which now known as the Temple of Sam Po Kong and also could be found some musholla in Ancol, Cirebon, Tuban, Gresik, Surabaya and Pasuruan.


Expedition team leaded by Admiral Mohammad Cheng Hoo was compiled neatly fleet with high responsible and competent sailors. This expedition was spectacular which also delivered new cultures to both China and countries visited by Admiral Mohammad Cheng Hoo. A memorial building was built at Khun Yang, China to respect his dedication, also a Tai Ping Park at Nanking was then changed to be The Hajj of Mohammad Cheng Hoo’s Park by the Emperor, he ordered to renovate and build a mosque inside of the park. The expedition of Admiral Mohammad Cheng Hoo was performing 83 years before Bartolomeus Diaz found Cape of the Good Hope at South Africa (1488), also before the expedition of Vasco da Gama (1498), Christopher Colombus (1492) and Ferdinand Magellan (1519).

Admiral Mohammad Cheng Hoo who also named as Ma Hoo, was a model society who bestowed a name of Zheng (Cheng) by the Emperor of Ming Dynasty on the year of Yong Le dated 1 January 02, then his name became Ma Cheng Hoo. As a seaman, he has reputation as a first and biggest expedition leader who sailed across continents through the years. As a dedicated Moslem, Cheng Hoo should be once the pride of all Moslems.

From the explanation above, we can conclude that Cheng Hoo is an expert seaman which is also expert ini management. In his voyages he succeeded leading more or less 27.000 crews from different tribes, religions and races. This fact proves that Cheng Hoo expert in management. Besides, Cheng Hoo is also expert in politics and a delegation of peace.

Cheng Hoo is a pious Moslem and tolerant to other religions. Through his seventh voyages, he always made good relations with countries being visited, based on the Quran. Cheng Hoo sailing experiences proved that in his journey there was a perfect tolerant act towards other tribes and believes. To memorize his contributions many people from different tribes and believes try to honor him with their own ways.


Destination:
-          Cheng Hoo : Entered the Red Sea until east coast of Africa
-          Christopher Colombus : Found the America’s continent and its massive shipping
-          Vasco da Gama : Found the massive shipping from Europe - India
Navigation:
-          Cheng Hoo : 7 times
-          Christopher Colombus : 4 times
-          Vasco da Gama : 4 times
Navigation period:
-          Cheng Hoo : 1405 – 1433
-          Christopher Colombus : 1492 – 1504
-          Vasco da Gama : 1497 – 1498
Total crews:
-          Cheng Hoo : 27.000 crews
-          Christopher Colombus : 1.500 crews
-          Vasco da Gama : 1.600 crews
Total ships:
-          Cheng Hoo : 62 large ships and 100 small ships
-          Christopher Colombus : 17 ships
-          Vasco da Gama : 4 ships
Measurement:
-          Cheng Hoo : 147 x 60 metre
-          Christopher Colombus : 24,5 x 6 metre
-          Vasco da Gama : 120 tons

Sunday, March 9, 2014

Pelaut Muslim Cheng Hoo

artikel dikutip dari Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo


Di kalangan masyarakat Indonesia, Haji Mohammad Cheng Hoo yang juga ditulis dengan Laksamana Haji Mohammad Zheng He atau juga dikenal dengan Ma Zheng He, cukup dikenal khususnya bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia. Hanya saja mereka lebih mengenal dengan nama Sam Po Kong dan orang Jawa mengenalnya dengan sebutan Dampo Awang sesuai dengan buku ‘Sam Po Kong di Indonesia’ karya Prof. Kong Yuan Zhi.

Sebagai seorang bahariawan, dunia internasional mengakui ekspedisi Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo mempunyai nilai sejarah yang cukup besar. Bahkan sebenarnya, nilainya tak kalah dari ekspedisi Marco Polo dan Christopher Colombus, yang diakui oleh sejarawan dunia.


Ekspedisi pertama Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo dimulai 11 Juli 1405 M. Ekspedisi ini berlangsung beberapa kali, selama 26 tahun sampai 1433 M, diikuti oleh 200 kapal dengan personil 28.000 awak kapal menziarahi 38 negara di Asia Afrika. Ekspedisi ini juga mampu mendorong hubungan bilateral dalam bentuk politik atau perdagangan dengan negara-negara yang dikunjungi. Hasil yang paling nyata dari ekspedisi Cheng Hoo adalah terbuka ‘Jalur Sutra dan Keramik’.

Dari tujuh kali ekspedisinya keliling dunia, Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo selalu melintasi Indonesia. Di Pulau Jawa, Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo bersama anak buahnya mendirikan masjid dan musholla antara lain Masjid di Gunung Batu Semarang yang sekarang dikenal / menjadi Kelenteng Sam Po Kong dan beberapa musholla di Ancol, Cirebon, Tuban, Gresik, Surabaya dan Pasuruan.

Tim ekspedisi Cheng Hoo benar-banr merupakan sebuah armada yang ersusun rapi, dengan sejumlah tenaga yang sangat terampil juga bertanggung jawab tinggi. Ekspedisi yang demikian spektakuler juga melahirkan sejumlah produk budaya baik di negeri Tiongkok maupun negeri-negeri yang dikunjungi. Di negeri Tiongkok untuk mengenang jasanya dibangun gedung memorial di Khun-Yang. Di Nanking Taman Tai Ping kemudian oleh Kaisar diperintahkan diganti namanya menjadi Taman Haji Muhammad Cheng Hoo. Taman itu direnovasi dan dibangun masjid di dalamnya. Ekspedisi Cheng Hoo berlangsung selama 83 tahun sebelum Bartolomeus Diaz mencapai Tanjung Harapan di Afrika Selatan (1488). Juga jauh lebih dulu dibanding ekspedisi Vasco da Gama (1498), Christopher Colombus (1492) maupun Ferdinand Magellan (1519).

Laksamana Haji Muhammad Cheng Hoo yang bernama asal Ma Hoo, sebagai warga teladan dia mendapatkan penganugerahan Marga Zheng (Cheng) oleh Kaisar Ming pada tanggal 1 bulan 1 tahun 02 Yong Le, sehingga Ma Hoo bernama lengkap Ma Cheng Hoo. Sebagai seorang bahariawan reputasinya disamping merupakan ekspedisi antar benua pertama juga yang terbesar sepanjang zaman. Sebagai seorang muslim yang berprestasi, Cheng Hoo adalah sangat layak dijadikan sebagai tokoh kebanggaan setiap muslim.

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Cheng Hoo adalah seorang ahli pelayaran dan ahli manajemen. Pada masa pelayarannya Cheng Hoo berhasil memimpin kurang lebih 27.000 awak kapal dari berbagai suku, agama dan ras, hal ini membuktikan bahwa Cheng Hoo adalah ahli manajemen. Selain itu Cheng Hoo adalah ahli politik dan seorang duta perdamaian.

Cheng Hoo adalah seorang muslim sejati dan toleran pada agama lain selama masa 7 kali pelayaran Cheng Hoo selalu menjalin persahabatan dengan negara-negara yang dikunjunginya sesuai dengan apa yang ada pada Al Quran. Pengalaman dalam pelayaran Cheng Hoo telah membuktikan di sepanjang jaman bahwa dalam pelayarannya telah terjadi toleransi paling sempurna antar etnis dan kepercayaan yang berbeda. Untuk mengenang jasa Cheng Hoo, berbagai kalangan dari berbagai suku bangsa dan kepercayaan menghormatinya dengan cara mereka masing-masing.


Destinasi:
-          Cheng Hoo : Masuk laut merah sampai pantai timur Afrika
-          Christopher Colombus : Menemukan Amerika dan jalur lainnya
-          Vasco da Gama : Menemukan jalur layar Eropa – India
Jumlah Pelayaran:
-          Cheng Hoo : 7 kali
-          Christopher Colombus : 4 kali
-          Vasco da Gama : 4 kali
Masa Pelayaran
-          Cheng Hoo : 1405 – 1433
-          Christopher Colombus : 1492 – 1504
-          Vasco da Gama : 1497 – 1498
Jumlah Personil
-          Cheng Hoo : 27.000 orang
-          Christopher Colombus : 1.500 orang
-          Vasco da Gama : 1.600 orang
Jumlah Kapal
-          Cheng Hoo : 62 kapal besar dan 100 kapal kecil
-          Christopher Colombus : 17 kapal
-          Vasco da Gama : 4 kapal
Ukuran Kapal
-          Cheng Hoo : 147 x 60 meter
-          Christopher Colombus : 24,5 x 6 meter
-          Vasco da Gama : 120 ton