Friday, December 9, 2011

Bagaimana Menambah Berat Badan?

oleh Anggit Tinarbuka AW


Bagi kebanyakan orang, saran / tips untuk menurunkan berat badan lah yang paling sering dicari. Namun tidak sedikit juga yang berusaha mencari, berkonsultasi maupun menerapkan cara-cara untuk menaikkan berat badan alias menggemukkan diri. Yang satu ingin menurunkan berat badan, sedangkan yang satu lagi ingin menaikkan berat badan. Hahaha. Tetapi tidak apa-apa, karena kita semua punya pemikiran dan hak masing-masing, dan juga mengingat bahwa manusia cenderung tidak puas atas apa yang diterimanya.



Berikut ini diinformasikan mengenai bagaimana untuk menaikkan berat badan secara umum bagi orang-orang yang kurus. Tetapi tidak menjamin bahwa saran-saran ini dapat bekerja dengan maksimal. Tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa aspek juga berperan didalam metabolisme tubuh ini dan sangat kompleks. Aspek tersebut berkaitan dengan riwayat keturunan (gen), riwayat penyakit, sistem metabolisme tubuh, penyakit yang diderita, lingkungan, dll. Faktor lainnya yang perlu diingat adalah bahwa setiap orang mempunyai karakteristik kesehatan sendiri-sendiri,  jadi tidak bisa disamakan. Misalnya, orang yang hipersensitif apabila memakan makanan yang dimakan orang lain biasa-biasa saja, tetapi pada orang ini malah bisa menjadi batuk-batuk, muntah atau alergi. Jadi yang akan diinformasikan hanya tips / saran secara umum saja.


 


Bersumber dari artikel detikhealth.com, mengatur pola makan dan mengonsumsi makanan lebih sering adalah cara yang paling umum dilakukan untuk menaikkan berat badan kita. Tetapi jangan salah jika ternyata cara tersebut merupakan pola makan orang kebanyakan yang biasanya bertujuan menjaga berat badan atau bahkan mengurangi berat badan.


Jadi untuk menaikkan berat badan dengan cara:


1. Makan 5-6 kali sehari, setiap hari: 3 makan besar seperti sarapan, makan siang dan makan malam ditambah 2-3 kali cemilan. Usahakan untuk memberi jarak 2-3 jam antar makan untuk memberikan waktu mengolah makanan.


2. Makan makanan yang mempunyai banyak energi seperti susu full krim dan produk olahannya, daging, ikan, telur, kacang-kacangan dan alpukat. Jangan ragu untuk memasukkan protein (susu,telur, ikan dan daging) ke dalam setiap makanan, karena Anda memerlukannya untuk menambah berat badan dan massa otot.


Jika Anda merasa puas dengan produk susu penambah berat badan, Anda bisa mengonsumsinya terus. Jika tidak, alternatif lain yang mungkin lebih murah adalah dengan membuat susu dari susu bubuk biasa dengan jumlah banyak sampai kental.


Serta tidak dianjurkan pemakaian obat-obatan herbal karena kemungkinan besar tidak ada daftar isi obatnya dan tidak ada jaminan dari produsen sehingga kita sebagai konsumen tidak bisa mengetahui efek samping yang mungkin bisa muncul.


Ada baiknya Anda juga rutin berolahraga agar protein yang Anda konsumsi bisa disimpan sebagai otot dan bukan sebagai lemak. Selamat mencoba.

Bahan Makanan yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

oleh Anggit Tinarbuka AW


Setiap bahan makanan seperti sayuran, buah-buahan dan produk peternakan, seperti diketahui kita semua. Tidak hanya sebagai bahan konsumsi saja, tetapi juga memiliki berbagai manfaat maupun khasiat. Manfaat tersebut bisa jika dikonsumsi langsung, diolah ataupun sebagai bahan campuran lain. Tulisan ini disarikan dari artikel di dalam sebuah majalah PARAS edisi Desember 2011. Makanan yang juga bermanfaat untuk kesehatan diri tersebut adalah Telur dan Bawang Putih.


 


SARAPAN TELUR REBUS


Sarapan sangat penting dalam mengawali hari untuk beraktivitas. Secara umum dengan sarapan membantu vitalitas dan daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan dan paling utama untuk menyediakan energi beraktivitas. Pemilihan menu sarapan tergantung kebutuhan setiap pribadi, tetapi lebih baik disarankan untuk makanan yang tidak terlalu berat dan banyak karbohidrat karena cenderung menjadi mengantuk nantinya. Makanan yang ringan dan berserat di anjurkan untuk menyehatkan pencernaan dan membuat kenyang.


Sarapan yang praktis dan bergizi dapat menyajikan telur rebus dan roti. Dalam hal ini, bagaimana merebus telurnya perlu diperhatikan. Dengan merebus telur setengah matang dimungkinkan berdampak pada tidak matinya kuman / virus. Dan apabila telur direbus terlalu lama dapat menjadikan telur keras. Untuk menyajikan telur rebus yang lembut dan gurih, perlu diberikan sedikit garam pada air. Kemudian rebus dengan api sedang sekitar 10 menit lamanya. Angkat panci tersebut dan biarkan telur dalam panci agar matang diluar api. Setelah air rebusan sudah menjadi hangat, angkat telur dan disajikan untuk sarapan.


 


BAWANG PUTIH KERINGKAN JERAWAT


Permasalahan jerawat walaupun terlihat kecil tetapi orang-orang rela melakukan segala cara untuk menghilangkan atau menyingkirkannya. Jerawat membuat wajah terlihat kotor, tidak sehat dan noda yang tertinggal pun sulit hilang. Telah banyak produk-produk kesehatan yang dijual maupun menurut anjuran dokter dalam menyingkirkan jerawat. Tetapi ternyata bawang putih dapat membuat mengeringkan jerawat.


Jerawat apabila sudah mengering biasanya terasa gatal dan membuat kita ingin menggarukkan. Dan setelah digaruk. Deshh. Anda akan tahu sendiri jadinya. Hehehe. Untuk membantu jerawat agar lebih cepat mengering, bisa dengan mengambil satu siung bawang putih, kemudian dikupas dan dicuci bersih. Potong dengan menggunakan pisau dan pijat daging dalamnya sampai keluar cairannya. Cairan tersebut dioleskan pada bagian yang ditumbuhi jerawat dan biarkan selama kurang lebih 15 menit hingga mengering. Setelah itu basuh dengan sabun wajah. Serta gunakan air hangat untuk membersihkannya.


 


KUNING TELUR HALUSKAN WAJAH


Kulit wajah yang halus adalah dambaan. Untuk mendapatkan kulit wajah yang halus dan lembut tidak hanya dengan perawatan salon atau dengan dokter. Kita bisa melakukan alternatif perawatan dengan menggunakan kuning telur. Walaupun agak merepotkan tetapi paling tidak murah, praktis dan tidak berefek samping. Caranya dengan mengambil bagian kuning telur, kemudian kocok agar kuning telurnya rata. Tambahkan satu sendok madu dan diaduk lagi. Campuran ini dapat digunakan sebagai masker alami dengan mengoleskan pada seluruh wajah dan dibiarkan hingga 30 menit. Setelah itu basuh wajah dengan sabun wajah sesuai dengan jenis kulit kemudian cuci wajah dengan air hangat hingga bersih. Setelah dengan air hangat kemudian kompres dengan air dingin. Wajah akan terasa kencang dan lembut. Untuk mendapat kulit yang diinginkan tentu tidak hanya dengan sekali penggunaan. Bisa dilakukan perawatan ini seminggu dua kali jika tidak terjadi gangguan pada kulit, karena bagi yang berjerawat tidak dianjurkan melakukan perawatan ini.


 


CABAI MERAH MELEMBABKAN KULIT


Yang namanya cabai pasti pedas. Tetapi rasa cabai yang pedas ini ternyata memberikan manfaat. Pedasnya cabai memicu keluarnya keringat dan biasanya membuat kita tidak nyaman. Namun dengan begitu ternyata dapat menjaga kelembapan kulit kita. Cabai merah mengandung antioksidan dan dapat melindungi dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas yang ada di lingkungan kita seperti asap rokok, polusi, dan sinar matahari. Cabai merah juga terdapat vitamin C yang merupakan antioksidan dan betakaroten.

Wednesday, December 7, 2011

Cara Mengikat Dasi

oleh Anggit Tinarbuka AW


Dasi identik dengan para pekerja kantoran, pengusaha, orang penting dan anak sekolah. Untuk pekerja, pengusaha maupun orang penting dasi lebih sering terlihat bersama setelah pakaian pria sehingga menjadikannya tampak gagah dan berwibawa. Sehingga pemakaian dasi pun sangatlah penting bagi mereka ini. Dasi sudah menjadi identitas dan keharusan walaupun terkadang dianggap sebagai hal yang kecil sehingga seringkali terlupa.



Bagi anak sekolah, pemakaian dasi diikuti dengan peraturan yang ketat apabila tidak menggunakannya. Pemakaian dasi ini seringkali dianggap risih karena agak merepotkan dan membuat sedikit gerah, sehingga tidak jarang yang menggunakannya asal-asal ataupun dibuat bergaya. Itu lah anak muda, hahaha. Jadi ingat ketika masih dibangku sekolah menengah dulu, tetapi sayang nya tidak ada peraturan pemakaian dasi, sehingga sedikit iri melihat sekolah lain yang menggunakannya. Lagipula bagaimana cara membuat / membentuknya pun masih terkadang salah.


Oleh karena itu tidak salah jika dalam tulisan ini memberikan penjelasan mengenai bagaimana membuat / merakit / membentuk / mengikat dasi ini. Bagi yang belum tahu agar jadi tahu, bagi yang sudah tahu bisa untuk mengingatkan.


Adapun cara mengikat dasi yang baik dan benar diantaranya adalah:

SIMPUL YANG SEMPURNA (FOUR IN HAND)




Langkah-langkah untuk mengikat dasi ala Four-in-hand adalah:

  • Tumpangkan bagian dasi yang lebih panjang dan lebar (bagian A) diatas bagian B dan bentuklah menyilang.

  • Putar bagian A melewati bagian bawah B.

  • Putar kembali bagian A sehingga sekarang bagian A diatas B.

  • Tarik bagian A ke atas melalui bagian simpul yang ada di sekeliling leher.

  • Tarik bagian A ke bawah dan masukkan ke dalam simpul yang telah dibuat sebelumnya, lalu kencangkan kedua bagian dan atur hingga seimbang antar bagian A dan B sehingga membentuk huruf V.

  • Tarik simpul “V” tersebut keatas agak kencang mengelilingi leher, dan pastikan bahwa bagian B lebih pendek dari A dan A mencapai ujung sabuk, tidak lebih tidak kurang.


SIMPUL BARU ala HALF WINDSOR




Langkah-Langkah untuk memakai dasi Half Windsor :

  • Silangkan bagian A yang lebih panjang dan lebih lebar keatas bagian B.

  • Putar A mengelilingi belakang B.

  • Tarik bagian A ke atas.

  • Kembalikan A melewati simpul yang dibuat sebelumnya.

  • Tarik A lurus ke.

  • Tarik A ke atas dan melalui simpul.

  • Masukkan A ke dalam simpul yang ada di depan.

  • Selanjutnya kencangkan simpul sehingga seimbang dan membentuk huruf V.


Ini yang full windsor:



SIMPUL BARU ala SHELBY




Langkah-langkah untuk pasang dasi ala Simpul Baru-Shelby:

  • Silangkan bagian B yang lebih pendek diatas bagian A secara terbalik.

  • Tarik bagian A melewati bagian bawah B.

  • Kencangkan simpul yang terbentuk.

  • Tarik bagian A ke arah kiri.

  • Lalu tarik bagian A ke atas melalui simpul diantara leher.

  • Tarik A kedepan dan masukkan ke dalam simpul lalu kencangkan sehingga membentuk huruf V.


Nah untuk cara membentuk dasi kupu-kupu juga ada

 

DASI KUPU-KUPU (PERFECT BOW)




Cara memasang dasi kupu-kupu:

  • Pasang tali dasi mengelilingi leher, dan letakkan secara sejajar dengan bagian A lebih panjang dari B.

  • Silangkan bagian A diatas B.

  • Tarik bagian A ke atas melalui bawah simpul yang berada di antara leher Anda.

  • Kencangkan simpul sedikit dan lipat pada ujung dasi lainnya.

  • Tarik bagian A di atas bagian B yang sudah ditekuk dan dilipat.

  • Lipat bagian A ke belakang dan tarik memasuki simpul yang ada di belakang dasi kupu-kupu.




 

Sunday, November 27, 2011

Mukjizat dalam Diri Nabi Muhammad

oleh Anggit Tinarbuka AW



Salah satu mukjizat Rasulullah saw. Adalah Alquran al-Karim,dan ini merupakan mukjizat terbesar. Mukjizat yang lain adalah: pembedahan dada beliau oleh malaikat; Isra’mi’raj;kabar beliau (kepada kaum Quraisy) tentang Bait al-Muqaddas;bulan terbelah dua; peristiwa yang terjadi ketika beliau keluar rumah berangkat hijrah (ketika itu kaum Musyrik Quraisy bersepakat membunuh beliau. Pada saat itu beliau keluar dari rumah,mereka yang mengepung beliau semuanya mengantuk hingga beliau dengan laluasa dapat melewati mereka). Dalam Perang Badr beliau mengambil segenggam pasir lalu dilemparkan kea rah pasukan musuh, sehingga setiap musuh yang terkena butiran pasir jatuh terjungkal dan mati.



Demikian pula yang beliau lakukan pada Perang Hunain sehingga musuh berhasil dikalahkan. Ketika Suraqah bin Malik mengejar beliau dalam perjalan hijrah ke Madinah,kaki kuda yang ditungganginya terperosok ke tanah dan terjepit di dalamnya.

Kambing betina milik Ummu Ma’bad yang belum pernah kawin, ketika teteknya diuasp-usap Rasulullah saw., tiba-tiba dapat mengeluarkan susu demikian banyak untuk diminum rombongan beliau bersama Ummu Ma’bad. Bahkan dapat mengisi penuh qirbah (wadah air terbuat dari kulit) untuk bekal melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Terkabulnya doa beliau ketika memohon kepada Allah agar agama Islam diperkuat dengan masuknya ‘Umar bin al-Khaththab r.a. Terkabulnya doa beliau ketika memohon kepada Allah agar ‘Ali bin Abi Thalib disembuhkan dari penyakit mata dan dikebalkan badannya dari gangguan udara panas dan dingin. Seketika itu juga doa beliau terkabul dan ‘Ali dapat memimpin pasukan bersenjata dalam Perang Khaibar melawan Yahudi.

Dalam suatu perperangan, mata Qatadah bin Nu’man terkena senjata musuh hingga biji matanya keluar. Dengan pertolongan Allah, Rasulullah saw. Berhasil mengembalikan biji mata Qatadah dan sembuh seketika itu juga. Terkabulnya doa beliau ketika mohon kepada Allah agar ‘Abdullah bin al-‘Abbas dikaruniai kecerdasan untuk menakwil dan mendalami ilmu-ilmu agama. Unta milik Jabir yang pada mulanya kalah berpacu,namun setelah Rasulullah saw. Mendoakan, unta itu menang berpacu saat itu.

Terkabulnya doa beliau agar Anas dikaruniai umur panjang, mempunyai banyak harta dan anak keturunan. Pohon kurma milik Jabir yang mulanya berbuah sedikit,setelah didoakan Rasulullah saw. Bias berbuah banyak sehingga Jabir dapat melunasi utang-utangnya. Bahkan buah kurmanya masih tersisa 13 takar (wusq).

Terkabulnya doa beliau ketika memohon agar Allah menurunkan hujan. Seketika itu juga hujan turun selama satu minggu penuh. Setelah itu beliau memohon agar hujan berhenti,awan sirna dan cuaca berubah menjadi cerah. ‘Utaibah bin Abu Lahab, orang yang sangat memusuhi Allah dan Rasul-Nya,atas permohonan Rasulullah saw. Dan doa beliau, ia mati diterkam singa, di daerah az-Zarqa’,negeri Syam.

Pada malam bi’tsah Rasulullah saw.,batu dan pohon mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum, ya Rasulullah!” Mengenai hal itu beliau mengatakan, “Aku tahu bahwa ada batu di Makkah yang mengucapkan salam kepadaku beberapa saat sebelum aku diangkat menjadi Nabi dan Rasul.” Ada pula sebatang pohon yang bergerak mendekati beliau, dan batu yang digenggamnya bertasbih (mengagungkan kesucian Allah).

Ketika beliau hendak dibunuh dengan racun dalam makanan yang dihadiahkan seorang perempuanYahudi, tiba-tiba daging masakan di dalam hidangan itu memberi tahu beliau

Seekor unta mengeluh kepada beliau karena diberi makan sedikit dan diperkerjakan terlalu berat

Beliau memberitahu para sahabat bahwa kelak aka nada kelompok dari umatnya yang akan mengarungi samudera,termasuk di dalamnya seorang wanita bernama Ummu Haram binti Milhan. Dan ucapan beliau menjadi kenyataan.

Kepada ‘Utsman bin ‘Affan r.a. beliau memberitahu bahwa dia akan menghadapi malapetaka besar. Itu juga terbukti di kemudian hari ‘Utsman r.a. mati terbunuh saat berkedudukan sebagai Khalifah.

Kepada kaum Anshar beliau mengatakan,”Sepeninggalku, kalian akan mengutamakan golongan sendiri.” Itu juga terbukti beberapa saat setelah beliau wafat.

Mengenai cucu beliau,al-Hasan bin ‘Ali r.a., beliau berkata,”Anakku ini-yakni Hasan-seorang Sayyid (Pemimpin). Dengannya Allah akan mendamaikan dua golongan besar kaum muslimin.” Itu terbukti dengan terwujudnya kesepakatan antara para pengikut Imam ‘Ali bin Abi Thalib dan para pengikut Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Beliau memberitahu para sahabat tentang terbunuhnya al-‘Unsi al-Kadzdzab dan orang yang membunuhnya. Padahal di malam terjadinya pembunuhan itu al-‘Unsi berada di Shan’a(Yaman) dan beliau berada di Madinah.

Kepada Tsabit bin Qais beliau berkata,”Engkau akan hidup terpuji dan akan mati syahid.” Kemudian terbukti Tsabit gugur sebagai pahlawan dalam Perang di Yamamah.

Seorang lelaki meninggalkan agama Islam (murtad) dan kembali bergabung dengan kaum Musyrik. Ketika Rasulullah mendengar kematiannya, beliau berkata,”Bumi tidak sudi menerimanya.” Itu terbukti ketika mayatnya dibuang ke laut.

Seorang lelaki diminta oleh Rasulullah saw. Supaya makan dengan tangan kanannya, tetapi ia menjawab,”Tidak bias.” Beliau berkata, “Engkau tidak akan bias.” Sejal itu orang tersebut tidak bias sama sekali mengangkat tangan kanannya sampai ke mulut.

Pada hari jatuhnya kota Makkah ke tangan kaum Muslim, banyak berhala terpancang di sekitar Ka’bah. Raslululla saw. Dengan tongkat pendeknya menuding kearah berhala-berhala itu sambil berucap, “Kebenaran telah tiba dan kebatilan pasti lenyap.” Seketika itu juga berhala-berhala itu runtuh berjatuhan.

Dalam Perang Khandaq,Rasulullah saw. Memberi makan pasukan Muslim dengan setakar gandum. Semuanya makan hingga kenyang,bahkan sisanya masih banyak. Pada waktu makan berikutnya Rasulullah saw. Hanya mempunyai sedikit kurma bagi pasukan Muslim. Beliau lalu menyuruh orang mengumpulkan sisa-sisa kurma yang tercecer di atas hamparan, lalu beliau berdoa memohon berkah. Sisa-sisa kurma yang terkumpul itu kemudian menjadi banyak hingga cukup dibagikan kepada semua pasukan. Pada saat yang lain Abu Hurairah r.a. datng kepada Rasulullah membawa sedikit kurma. Ia minta agar beliau berdoa memohon berkah. Permintaannya dikabulkan dan beliau berdoa. Abu Hurairah menceritakan kesaksiannya sendiri sebagai berikut,”Dari kurma itu saya keluarkan sekian takar untuk perjuangan di jalan Allah. Kami sendiri makan dari kurma itu dan baru habis pada masa kekhalifahan ‘Utsman bin ‘Affan r.a.”

Abu Hurairah r.a. menuturkan, pada suatu hari dia meminta Rasulullah saw. Berdoa agar tsarid (semacam bubur kental terbuat dari terigu dan susu ) yang berada di dalam qush’ah (piring besar ) cukup untuk dimakan bersama oleh beberapa orang sahabat. Setelah berdoa beliau mengambil sejumput tsarid yang berlepotan di pinggir qush’ah dengan jari-jari tangannya,kemudian berkata,”Makanlah, Bismillah!” Abu Hurairah mengakhiri penuturannya dengan berucap, “Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, baru saja makan sedikit,aku sudah kenyang.”

Pernah terjadi air memancar dari sela-sela jari Rasulullah saw. Hingga semua rombongan beliau dapat minum sepuas-puasnya dan dapat berwudhu. Padahal jumlah mereka tidak sedikit,yaitu sekitar 1400 orang.

Pada suatu musim kering,di tengah perjalanan disertai rombomgan, beliau menyuruh orng mencari air semangkuk. Kemudian Rasulullah saw. Memasukkan jari-jarinya ke dalam air itu seraya berkata, “Marilah semua ke sini!” Semuanya dating mendekati beliau lalu berwudhu. Air di dalam mangkuk itu tak kunjung habis,padahal jumlah mereka antara 70 sampai 80 orang.

Dalam Perang Tabuk hampir tak seorang pun dari pasukan Muslim yang menemukan air untuk diminum. Karena nyaris tak sanggup menahan dahaga, mereka melapor kepada Rasulullah saw. Beliau lalu mengambil anak panah dari Kinanah lalu beliau tancapkan di tanah. Air memancar sangat deras sehingga semua pasukan yang berjumlah 30.000 orang dapat minum sepuas-puasnya.

Di suatu tempat yang disinggahi Raulullah saw., penduduknya mengeluh karena semua air di sana bercampur kotoran dan tidak dapat diminum. Bersama beberapa orang sahabat, beliau mendatangi  sebuah sumur lalu meludahinya. Tiba-tiba sumur itu menggelegak penuh dangan air sejuk dan bersih, hingga semua penduduk dapat tertolong.

Pada suatu hari seorang wanita datang menghadap Rasulullah saw. Membawa anak kecil berkepala botak karena penyakit. Rasulullah saw. Lalu mengusapkan tangannya pada kepala anak itu, dan seketika itu juga rambutnya tumbuh meratai kepala dan sembuh pula penyakit yang dideritanya. Ketika penduduk Yamamah mendengar kejadian itu ada seprang wanita mencoba datang kepada Musailamah (tokoh setempat yang mengaku dirinya “Nabi”) membawa juga anak kecil tidak berambut. Masailamah mengusap kepalanya berulang-ulang, tetapi kepala anak itu tetap botak.

Dalam perang Badr, pedang ‘Ukasyah patah. Rasulullah saw. Memberinya sebatang kayu sebagai pengganti. Di tangan ‘Ukasyah kayu itu berubah menjadi pedang. Usai perang kayu itu masih tetap dia pegang.

Dalam Perang Khandaq (Perang Ahzab) pasukan Muslim menghadapi kesulitan memecahkan sebuah batu besar dank eras pada saat mereka sedang menggali parit-parit pertahanan. Batu yang tak dapat dipecahkan dengan palu besar itu pada akhirnya dipukul oleh Rasulullah saw. Dengan tangan hingga hancur berkeping-keping.

Seorang yang menderita patah kaki datang kepada Rasulullah saw. Mohon pertolongan, Rasulullah saw. Lalu mengusapkan kaki yang patah itu, dan sembuhlah seketika, hingga orang itu seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya.

Bentuk-bentuk mukjizat Rasulullah saw. Banyak sekali, nyaris tak dapat dihitung dan dicatat seluruhnya.

Sumber Referensi:

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Bin ‘Abbas Al-Maliki al-Hasani. Buku Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad SAW ( Alhawaadits wa al ahwaal an Nabawiyyah). Penerbit : Darul Hidayah Hal 61-67]

Monday, November 14, 2011

Jika Mimpi Buruk

oleh Anggit Tinarbuka AW


Beberapa malam yang lalu, kejadian ini terjadi. Setiap orang tentu tidak tahu bagaiamana dan kapan hal ini dapat menimpanya. Mimpi buruk. Tetapi setidaknya, sebagai umat muslim, kita diharapkan bertindak sesuai dengan adab muslim dan syariat yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi kita.



Mimpi buruk adalah mimpi jelek yang berasal dari setan dan Nabi melarang kita menceritakan mimpi jelek yang kita alami kepada siapa pun. Dan apabila itu mimpi baik yang kita dapatkan, berarti mimpi itu datangnya dari Allah. Anjuran untuk tidak menceritakan mimpi ini tertuang dalam hadits berikut


عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِىٌّ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِى الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِى ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلأَعْرَابِىِّ « لاَ تُحَدِّثِ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ ». وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ « لاَ يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِى مَنَامِهِ ».

Dari Jabir, ada seorang arab badui datang menemui Nabi lantas berkata,

“Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi lantas bersabda kepada orang tersebut, “Janganlah kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah salah satu kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi”. (HR Muslim no 6063)


Adapun hal yang kita lakukan apabila kita mengalami hal tersebut adalah dengan seperti yang dituliskan dalam hadits berikut.


Hadits riwayat Abu Qatadah, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

“Mimpi baik (rukyah) itu datang dari Allah dan mimpi buruk (hilm) datang dari setan. Maka apabila salah seorang diantara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan hendaklah dia meludah ke samping kiri sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatannya sehingga mimpi itu tidak akan membahayakannya.” (HR Muslim No.4195)


Hadits riwayat Abu Hurairah, ia berkata: Dari Nabi bahwa beliau bersabda:

“Ketika kiamat telah mendekat, mimpi seorang muslim hampir tidak ada dustanya. Mimpi salah seorang di antara kalian yang paling mendekati kebenaran adalah mimpi orang yang paling jujur dalam berbicara. Mimpi orang muslim adalah termasuk satu dari empat puluh lima bagian kenabian. Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok: Mimpi yang baik, yaitu kabar gembira yang datang dari Allah. Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi yang datang dari setan. Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri. Jika salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan, maka hendaknya dia bangun dari tidur lalu mengerjakan salat dan hendaknya jangan dia ceritakan mimpi tersebut kepada orang lain. Beliau berkata: Aku gembira bila mimpi terikat dengan tali dan tidak suka bila mimpi dengan leher terbelenggu. Tali adalah lambang keteguhan dalam beragama. Kata Abu Hurairah: Aku tidak tahu apakah ia termasuk hadits atau ucapan Ibnu Sirin.” (HR Muslim No.4200)


Dalam anjuran lain, doa yang diucapkan ketika kita mengalami mimpi buruk adalah ini:

ALLOOHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘AMALISY SYAITHOONI WA SAYYI'AATIL AHLAAM


Artinya:

“ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dari mimpi-mimpi yang buruk ”


Selain mengenal bagaimana tindakan kita ketika mendapat mimpi buruk, alangkah baiknya juga kita memperhatikan amalan yang dilakukan sebelum kita tidur. Salah satu nya adalah dengan berwudhu, salat 2 rakaat, membersihkan tempat tidur kemudian berdoa meminta penjagaan selama tidur. Insyaallah kita dapat terhindar dari mimpi buruk maupun dari hal-hal lainnya, walaupun begitu hanya Allah lah yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas hamba-hambaNya.


Semoga tidur kita dapat dinilai ibadah pula oleh Allah.


Wallahua’lam bish showab

 

Sumber referensi:

http://ustadzaris.com/menceritakan-mimpi-buruk

http://mentoz07.blogspot.com/2009/01/doa-ketika-mendapat-mimpi-buruk.html

http://www.aaezha.com/adab-ketika-mimpi-buruk

Wednesday, November 2, 2011

Etika Makan dalam Islam



oleh Anggit Tinarbuka AW



Etika Sebelum Makan

Etika sebelum makan adalah sebagai berikut :

1.      Makanan dan minumannya halal, bersih dari kotoran-kotoran haram, dan syubhat, karena Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.” (Al Baqarah 172).

Yang dimaksud rizki yang baik ialah halal yang tidak ada kotoran di dalamnya.

2.      Ia meniatkan makanan dan minumannya untuk menguatkan ibadahnya kepada Allah Ta‘ala, agar ia diberi pahala karena apa yang ia makan, dan ia minum. Sesuatu yang mubah jika diniatkan dengan baik, maka berubah statusnya menjadi ketaatan dan seorang Muslim diberi pahala karenanya.

3.      Ia mencuci kedua tangannya sebelum makan jika keduanya kotor, atau ia tidak dapat memastikan kebersihan keduanya.

4.      Ia meletakkan makanannya menyatu di atas tanah, dan tidak di atas meja makan, karena cara tersebut lebih dekat kepada sikap tawadlu’, dan karena ucapan Anas bin Malik ra,

“Rasulullah saw. pernah makan di atas meja makan atau di piring.” (HR Bukhari).

5.      Ia duduk dengan tawadlu dengan duduk berlutut, atau duduk di atas kedua tumitnya, atau menegakkan kaki kanannya dan ia duduk di atas kaki kirinya, seperti duduknya Rasulullah saw., karena Rasulullah saw. bersabda,

“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar, karena aku seorang budak yang makan seperti makannya budak, dan aku duduk seperti duduknya budak.” (HR Bukhari).

6.      Menerima makanan yang ada, dan tidak mencacatnya, jika ia tertarik kepadanya maka ia memakannya, dan jika ia tidak tertarik kepadanya maka ia tidak memakannya, karena Abu Hurairah ra berkata,

“Rasulullah saw. tidak pernah sekali pun mencacat makanan, jika beliau tertarik kepadanya maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak tertarik kepadanya maka beliau meninggalkannya.” (HR Abu Daud).

7.      Ia makan bersama orang lain, misalnya dengan tamu, atau istri, atau anak, atau pembantu, karena Rasulullah saw. bersabda,

“Berkumpullah kalian di makanan kalian niscaya kalian diberi keberkahan di dalamnya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

 

Etika ketika sedang Makan

Di antara etika sedang makan ialah sebagai berikut:

1.      Memulai makan dengan mengucapkan basmalah, karena Rasulullah saw. bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa tidak menyebut nama Allah, maka hendaklah ia menyebut nama Allah Ta‘ala pada awalnya dan hendaklah ia berkata, Dengan nama Allah, sejak awal hingga akhir.”

(HR Abu Daud dan At-Tirmidzi yang menshahih- kannya).

2.      Mengakhiri makan dengan memuji Allah Ta‘ala, karena Rasulullah saw. bersabda,

“Barangsiapa makan makanan, dan berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku, dan memberikannya kepadaku tanpa ada daya dan upaya dariku’, maka dosa-dosa masa lalunya diampuni.” (Muttafaq Alaih).

3.      Ia makan dengan tiga jari tangan kanannya, mengecilkan suapan, mengunyah makanan dengan baik, makan dari makanan yang dekat dengannya (pinggir) dan tidak makan dari tengah piring, karena dalil-dalil berikut Rasulullah saw. bersabda kepada Umar bin Salamah,

“Hai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (pinggir).” (Muttafaq Alaih).

4.      “Keberkahan itu turun di tengah makanan. Maka oleh karena itu, makanlah dari pinggir-pinggirnya, dan janqan makan dari tengahnya.” (Muttafaq Alaih).

5.      Mengunyah makanan dengan baik, menjilat piring makanannya sebelum mengelapnya dengan kain, atau mencucinya dengan air, karena dalil-dalil berikut: Rasulullah saw. bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian makan makanan, maka ia jangan membersihkan jari-jarinya sebelum ia menjilatnya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

Ucapan Jabir bin Abdullah ra bahwa Rasulullah saw. memerintahkan menjilat jari-jari dan piring. Beliau bersabda,

“Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di makanan kalian yang mana keberkahan itu berada.” (HR Muslim).

6.      Jika ada makanannya yang jatuh, ia mengambil dan memakannya, karena Rasulullah saw. bersabda,

“Jika sesuap makanan kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya, membuang kotoran daripadanya, kemudian memakan sesuap makanan tersebut, serta tidak membiarkannya dimakan syetan.” (HR Muslim).

7.      Tidak meniup makanan yang masih panas, memakannya ketika telah dingin, tidak bernafas di air ketika minum, dan bernafas di luar air hingga tiga kali, karena dalil-dalil berikut: Hadits Anas bin Malik ra berkata,

“Rasulullah saw. bernafas di luar tempat minum hingga tiga kali.” (Muttafaq Alaih).

Hadits Abu Said Al- Khudri ra, bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di minuman. (HR At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya). Hadits lbnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di dalam minuman, atau meniup di dalamnya. (HR At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

8.      Menghindari kenyang yang berlebih-lebihan, karena Rasulullah saw., bersabda,

“Anak Adam tidak mengisi tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Anak Adam itu sudah cukup dengan beberapa suap yang menguatkan tulang punggungnya. Jika ia tidak mau (tidak cukup), maka dengan seperti makanan, dan dengan seperti minuman, dan sepertiga yang lain untuk dirinya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Hadits ini hasan).

9.      Memberikan makanan atau minuman kepada orang yang paling tua, kemudian memutarnya kepada orang-orang yang berada di sebelah kanannya dan seterusnya, dan ia menjadi orang yang terakhir kali mendapatkan jatah minuman, karena dalil-dalil berikut: Sabda Rasulullah saw.,

“Mulai dengan orang tua. Mulailah dengan orang tua.” Maksudnya, mulailah dengan orang-orang tua. Rasulullah saw. meminta izin kepada Ibnu Abbas untuk memberi makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau, sebab Ibnu Abbas berada di sebelah kanan beliau, sedang orang-orang tua berada di sebelah kiri beliau. Permintaan izin Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas untuk memberikan makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau itu menunjukkan bahwa orang yang paling berhak terhadap minuman ialah orang yang duduk di sebelah kanan. Sabda Rasulullah saw., “Sebelah kanan, kemudian sebelah kanan.” (Muttafaq Alaib).

“Pemberi minuman ialah orang yang paling akhir meminum.”

10.  Ia tidak memulai makan, atau minum, sedang di ruang pertemuannya terdapat orang yang lebih berhak memulainya, karena usia atau karena kelebihan kedudukannya, karena hal tersebut melanggar etika, dan menyebabkan pelakunya dicap rakus. Salah seorang penyair berkata, Jika tangan-tangan dijulurkan kepada perbekalan, Maka aku tidak buru-buru mendahului mereka, sebab orang yang paling rakus ialah orang yang paling buru-buru terhadap makanan.

11.  Tidak memaksa teman atau tamunya dengan berkata kepadanya, ‘silakan makan’, namun ia harus makan dengan etis (santun) sesuai dengan kebutuhannya tanpa merasa malu-malu, atau memaksa diri malu-malu, sebab hal tersebut menyusahkan teman atau tamunya, dan termasuk riya’, padahal riya’ itu diharamkan.

12.  Ramah terhadap temannya ketika makan bersama dengan tidak makan lebih banyak dari porsi temannya, apalagi jika makanan tidak banyak, karena makan banyak dalam kondisi seperti itu termasuk memakan hak (jatah) orang lain.

13.  Tidak melihat teman-temannya ketika sedang makan, dan tidak melirik mereka, karena itu bisa membuat malu kepadanya. Ia harus menahan pandangannya terhadap wanita yang makan di sekitarnya, dan tidak mencuri-curi pandangan terhadap mereka, karena hal tersebut menyakiti mereka membuat mereka marah dan ia pun mendapat dosa karena perbuatannya tersebut.

14.  Tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dipandang tidak sopan oleh masyarakat setempat. Misalnya, ia tidak boleh mengibaskan tangannya di piring, tidak mendekatkan kepalanya ke piring ketika makan agar tidak ada sesuatu yang jatuh dari kepalanya ke piringnya, ketika mengambil roti dengan giginya ia tidak boleh mencelupkan sisanya di dalam piring, dan tidak boleh berkata jorok, sebab hal ini mengganggu salah satu temannya, dan mengganggu seorang Muslim itu haram hukumnya.

15.  Jika ia makan bersama orang-orang miskin, ia harus mendahulukan orang miskin tersebut. Jika ia makan bersama saudara-saudaranya, ia tidak ada salahnya bercanda dengan mereka dalam batas-batas yang diperbolehkan. Jika ia makan bersama orang yang berkedudukan, maka ia harus santun, dan hormat terhadap mereka.



Etika Setelah Makan

Di antara etika setelah makan ialah sebagai berikut:

1.      Ia berhenti makan sebelum kenyang, karena meniru Rasulullah saw. agar ia tidak jatuh dalam kebinasaan, dan kegemukan yang menghilangkan kecerdasannya.

2.      Ia menjilat tangannya, kemudian mengelapnya, atau mencucinya. Namun mencucinya lebih baik.

3.      Ia mengambil makanan yang jatuh ketika ia makan, karena ada anjuran terhadap hal tersebut, dan karena itu adalah bagian dari syukur atas nikmat.

4.      Membersihkan sisa-sisa makanan di gigi-giginya, dan berkumur untuk membersihkan mulutnya, karena dengan mulutnya itulah ia berdzikir kepada Allah Ta‘ala, berbicara dengan saudara-saudaranya, dan karena kebersihan mulut itu memperpanjang kesehatan gigi.

5.      Memuji Allah Ta‘ala setelab ia makan, dan minum. Ketika ia minum susu, ia berkata,

“Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau berikan kepada kami, dan tambahilah rizki-Mu (kepada kami)”.

Jika berbuka puasa di tempat orang, ia berkata,

“Orang-orang yang mengerjakan puasa berbuka puasa di tempat kalian, orang-orang yang baik memakan makanan kalian, dan semoga para malaikat mendoakan kalian.

Monday, October 31, 2011

Table Manner (Etika Makan)

oleh Anggit Tinarbuka AW



Dalam makan kita mengenal adanya Etika makan atau Table Manners. Etika ini mungkin lebih sering dikenal orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam hal ini, bisa pengusaha-pengusaha, pejabat, orang penting, juru masak, dll. Table manners secara sederhana adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan. Etika makan ini tidak ada salah nya jika kita mengetahuinya, jika tidak dapat bermanfaat bagi kita, tentu bisa dapat bermanfaat bagi orang lain.



Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar. Meskipun sebebarnya Etika tersebut telah ada jauh sebelum peradaban Eropa menyebar ke seluruh dunia.

Jika mampu menunjukkan sopan santun di meja makan, sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kualitas pergaulan, intelektualitas dan etika pergaulan seseorang. Etika makan tidak dibentuk secara tiba-tiba. Kualitas etika makan harus dilakukan sejak usia anak dan remaja. Dengan kebiasaan sehari-hari dengan melakukan etika makan yang baik maka merupakan proses pembelajaran yang sangat baik. Bila etika makan dibentuk secara instan maka akan menghasilkan kualitas etika makan yang canggung dan tidak luwes. Bila seseorang diundang di sebuah restoran terkenal atau jamuan makan malam resmi dengan meja makan yang sudah di setting sedemikian rupa harus mengikuti aturan etika makan yang baik.

Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, yaitu :

  • Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan.

  • Berbicara dengan volume suara yang rendah.

  • Tutupi mulut saat batuk atau bersin.

  • Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi.

  • Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan.

  • Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan.

  • Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk.

  • Jangan bersedekap di meja makan.

  • Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan.

  • Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan.

  • Jangan berbicara di telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali.

  • Jangan menimbulkan suara saat memakan sup.

  • Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan.

  • Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan.

  • Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor.

  • Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga.

  • Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum.

  • Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi.

  • Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan.

  • Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda.

  • Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan.

  • Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan.

  • Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki.

  • Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal.

  • Jangan lupakan satu hal yang umum. Jangan lupa untuk selalu mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan.




Beberapa etika umum yang harus dilakukan adalah:



1.      Bila pelayan tidak memberikan anda duduk, Duduk dan tariklah bangku dengan dua tangan.

2.      Bukalah serbet atau napkin dengan wajar taruh di pangkuan anda.

3.      Jika sudah siap memesan menu, lihat daftar menu dengan wajar, jangan terlalu lama. Segera menunjuk menu yang anda pilih. Setelah itu biasanya pelayan mempersilakan anda mencicipi menu pembuka atau Appetizer.

 

Jamuan formal terdiri dari beberapa menu



1.      Hidangan Pembuka (Appetizer).

2.      Sebelum hidangan pembuka disajikan biasanya diatas meja disediakan roti sebagai panganan, anda bisa makan roti ini dengan tangan. Hidangan pembuka biasanya juga terdiri dari dua macam, Hot Appetizer dan Cold Appetizer.

3.      Hot Appetizer biasanya Sup. Aduklah sup itu perlahan, jangan dipangku ditangan anda, biarkan tetap diatas meja. Jangan sekali-kali meniup sup. Gunakan sendok sup yang sudah disediakan, biasanya lebih kecil.

4.      Cold Appetizer bisa berupa salad, ambil garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, sekali lagi pilihlah alat makan yang disediakan, biasanya lebih kecil dari alat makan hidangan utama. Janagn ragu-ragu mengelap mulut anda bila ada sisa makanan disana. Jangan mengelap dengan satu tangan.



Hidangan Utama (Main Course)



Bila hidangan utama sudah tiba, jangan salah kalau anda sedang diundang jamuan makan ala internasional, umumnya ada dua cara menyantap hidangan utama. Hidangan utama sering berupa daging, steik atau sea food. Bila menggunakan ala Amerika biasanya daging dipotong lebih dahulu baru disantap menggunakan sendok dengan tangan kanan. Cara Eropa lain lagi, biasanya langsung dipotong dengan pisau di tangan kanan lalau memakan dengan garpu di tangan kiri.

 

Hidangan Penutup (Dessert)



Puas menyantap hidangan utama, saatnya anda menikmati hidangan penutup. Hidangan penutup umumnya berupa makanan atau minuman dingin, seperti cocktail, ice cream atau jus. Jangan makan hidangan penutup langsung setelah anda menghabiskan makanan utama. Berilah waktu untuk perut anda. Setelah dirasa cukup dan hidangan penutup sudah siap, amkaan anda bisa menyantapnya. Bila hidangan pentup anda berupa minuman yang ada hiasan diatasnya. Makanlah hiasannya atau sisihakan terlebih dahulu. Baru minum isinya.



A.    Serbet

B.     Piring utama

C.     Mangkok sop dan tatakannya

D.    Piring roti dan mentega dengan pisau roti

E.     Gelas air

F.      Anggur putih

G.    Anggur merah

H.    Garpu ikan

I.       Garpu utama

J.       Garpu salad

K.    Pisau utama

L.     Pisau ikan

M.   Sendok sop

N.    Sendok makanan pencuci mulut dan garpu kue

 

Perhatikan bahwa posisi garpu salad (J) disarankan untuk diletakkan disebelah kiri garpu utama (I). Bagaimanapun juga untuk jamuan resmi garpu utama digunakan sebelum garpu salad, karena itu sebaiknya para tamu menunggu hidangan utamanya sebelum mengambil salad.

 

Apa yang harus dilakukan



Kapan memulai makan:

Tidak sesuia dengan nasehat orang tua, para pakar etiket malah menganjurkan untuk memulai makan tanpa harus selalu menunggu orang lain – mulailah makan saat makanan hangat disajikan. Untuk makanan dingin atau buffets, tunggulah hingga tuan rumah mempersilakan makan, dan tunggu pula hingga tamu utamanya mulai mengambil makanan.

 

 

Makanan yang dapat dipegang dengan tangan:



1.      Roti: break slices of bread, rolls and muffins in half or into small pieces by hand before buttering.

2.      Daging : jika potongan dagingnya tebal, makanlah dengan menggunakan pisau dan garpu. Jika garing, pecahkan dengan garpu dan makanlah dengan tangan.

3.      Makan dengan tangan: Ikuti pedoman tuan rumah. Jika makanan tersebut disajikan dalam piring, ambil dan letakkan pada piring anda sebelum memakannya.

4.      Makanan yang biasanya langsung dimakan dengan tangan: jagung pada ikan tongkol, tulang iga, lobster, kepiting dan tiram dengan cangkang terbuka, sayap ayam dan tulang (untuk situasi tidak resmi), sandwiches, beberapa jenis buah tertentu, buah zaitun, seledri, roti dan kue kering.





Membuang makanan yang terselip dari mulut:



1.      Serpihan buah zaitun: keluarkan dengan hati-hati ke telapak tangan sebelum membuangnya ke piring.

2.      Tulang ayam: gunakan garpu untuk membuang ke piring.

3.      Duri ikan: buanglah dengan jari.

4.      Bagian yang lebih besar: tulang atau makanan yang tidak ingin anda makan keluarkan dengan hati-hati dan tersembunyi ke dalam serbet makan hingga tidak diketahui orang lain.

 

Tata cara untuk minum :



1.      MUG (gelas agak besar tanpa kaki) yang digunakan untuk minum kopi, teh atau minuman panas lainnya, biasanya digunakan pada acara tak resmi. Tatakan biasanya disertakan untuk meletakkan sendok kecil, bahkan kadang tidak disediakan sama sekali. Bila disertai tatakan/lepek, biasanya sendok diletakkan dengan posisi menghadap ke bawah atau di sisi piring mentega atau piring makan. Jangan lupa mengeluarkan sendok dari mug pada waktu akan minum.



2.      Letakkan teh celup yang sudah dicelupkan ke dalam cangkir yang berisi air panas pada piring alas/tatakan cangkir.

3.      Sebelum mereguk es teh manis, es kopi susu, atau jus, jangan lupa singkirkan sendok pengaduk yang berbentuk panjang. Letakkan di tatakan setelah selesai mengaduk minuman. Bila tak tersedia, jangan lupa memintanya.

4.      Bila kopi atau teh tumpah, tanyakan apakah bisa mengganti tatakan. Bila tidak memungkinkan, gunakan serbet atau tisu untuk membersihkannya. Hal ini untuk menghidari tumpahan yang lebih banyak atau mengenai baju Anda.

5.      Jika disuguhi minuman dengan gelas yang biasa digunakan untuk anggur merah, pegang kaki gelas. Untuk anggur putih, pegang badan gelas untuk menjaga kedinginan minuman tersebut. Bila di gelas minuman terdapat hiasan buah seperti stroberi, ceri, dan lainnya tapi Anda tidak ingin memakannya, boleh disingkirkan.

6.      Sebaiknya jangan meniup minuman yang panas untuk mendinginkannya. Agar cepat dingin, Anda bisa mengaduk minuman secara perlahan atau tunggu sampai panasnya berkurang.

 

Mengajarkan Etika makan Sejak usia Anak dan Remaja



Menurut ahli perkembangan anak Elizabeth Donovan MA, “Mengajarkan etika meja makan pada anak dimulai dari saat mereka bisa mengambil makanan sendiri. Saat usianya bertambah, penting sekali bagi orangtua untuk melanjutkan etika makan karena ini membantu anak-anak membangun kemampuan sosial dan rasa percaya dirinya.”



Berikut beberapa poin penting dalam etika makan untuk si kecil sesuai perkembangan usia, seperti dibeberkan Sheknows.



Untuk anak baru belajar jalan



Selalu ajarkan mereka untuk mencuci tangan sebelum makan, katakan “tolong” saat memintanya makan dan “terima kasih” saat ia bisa menghabiskan makanannya, dan jangan memberikan makanan ke piringnya dengan cara kasar.

 

Untuk Anak Pra Sekolah



  • Saat si kecil tumbuh besar, kemampuan mereka untuk menaati peraturan akan semakin besar. Aturan untuk anak prasekolah, di antaranya:

  • Saat makan di meja makan, gunakan alat makan, bukan telanjang tangan.

  • Makan setelah seluruh anggota keluarga mengambil makanan. Pastikan anak bisa menjaga pendapatnya tentang rasa makanan yang kurang lezat yang disuguhkan tuan rumah.




Untuk Anak Usia Sekolah



Saat anak sudah menduduki bangku taman kanak-kanak ataupun sekolah dasar, beberapa etika makan yang sebaiknya mereka patuhi, di antaranya:

1.      Jangan membawa mainan atau buku ke atas meja makan.

2.      Duduk manis di bangku.

3.      Ambil makanan dalam porsi kecil dan kunyah makanan dalam keadaan mulut tertutup.

4.      Jangan menyeruput makanan atau minuman.

5.      Buka serbet makan di pangkuan dan gunakan untuk membersihkan mulut usai makan.

6.      Gunakan pisau (pisau mentega untuk anak lebih muda) dan garpu untuk memotong makanan.

7.      Letakkan piring di dapur atau bak cuci piring usai makan.

 

Untuk bisa mematuhi peraturan makan, si kecil perlu mendapat penjelasan apa itu etika meja makan.

1.      Mulailah dengan konsep umum tentang etika dan perilaku makan malam keluarga besar.

2.      Beritahu mereka perilaku mana yang harus dijauhi.

3.      Ajarkan lewat contoh yang Anda tunjukkan saat makan bersamanya. Dan terakhir, berikan pujian atas kedisiplinannya terhadap etika meja makan yang telah Anda sampaikan.

4.      Mengajarkan etika meja makan pada anak dimulai dari saat mereka bisa mengambil makanan sendiri.

 

Sumber Referensi:

http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/02/14/pembelajaran-etika-makan-atautable-
manners-secara-internasional-jepang-eropa-dan-menurut-islam/

Sunday, October 30, 2011

Amalan Bulan Dzulhijjah

oleh Anggit Tinarbuka AW



Bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir dalam tahun Hijriah merupakan salah satu bulan yang mulia yang juga wajib diketahui oleh umat muslim tentunya. Jika menyebut bulan ini, pasti dalam pikiran kita akan teringat pada bulan Haji dan hari lebaran kurban. Dan juga dalam bulan itu identik dengan banyak yang menikah dan acara nyate bersama-sama setelah pembagian daging kurban. Tetapi tentu saja dalam Islam bulan ini memiliki kedudukan yang mulia serta terdapat banyak sekali amalan yang dapat kita kerjakan dan sayang sekali untuk dilewatkan.

Dari Ibnu 'Abbas r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, "Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah." Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR. Bukhari)

Dari Umar r.a., bahwa Nabi saw. Bersabda, "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad)

Adapun beberapa amalan-amalan seputar bulan Dzulhijjah antara lain adalah:

1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Ini adalah amal yang paling utama di bulan Dzulhijjah. Tidak ada haji selain di bulan Dzulhijjah. Ganjaran bagi orang yang melaksanakan ibadah ini sangat besar di sisi Allah swt. Kata Nabi saw., "Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga."

2. Berpuasa selama 10 hari di hari-hari pertama bulan Dzulhijjah, atau pada sebagiannya, atau paling tidak sehari di hari Arafah. Puasa juga amalan utama. Allah swt. memilih puasa sebagai amalan hambaNya untuk diriNya sehingga Dia sendiri yang menentukan pahalanya. Hal ini termaktub dalam sebuah hadist Qudsi. "Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya semata-mata karena Aku."

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". (Hadits muttafaq 'alaih)

Dari Abu Qatadah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, "Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya". (HR. Muslim)

3. Bertakbir dan berdzikir. Perbanyaklah takbir dan dzikir di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana yang diperintahkan Allah swt., "…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…." [QS. Al-Hajj (20): 28]. Begitulah para ahli tafsir menafsirkannya frase "pada hari-hari yang ditentukan" dengan "sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah". Karena itu, para ulama menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Apalagi ada hadits dari Ibnu Umar r.a. yang menguatkan. Bunyinya, "Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid". (HR. Ahmad)

 

Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya. Diriwayatkan bahwa para tabiin pada hari-hari itu mengucapkan, "Allahu akbar, allahu akbar, laa ilaha ilallah, walllahu akbar, allahu akbar wa lillahil hamdu." Artinya, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah (sembahan) selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah."

Dianjurkan mengeraskan suara saat bertakbir baik ketika di masjid, rumah, pasar, atau di jalan. Allah berfirman, "Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …". [QS. Al-Baqarah (2): 185]

Perbanyak taubat dan meninggalkan segala bentuk maksiat dan dosa. Maksiat adalah penyebab jauhnya hamba dari Allah swt. Sedangkan ketaatan adalah pintu mendapat cinta dan kasih sayang Allah swt. Dan Allah swt. lebih cinta kepada seorang hamba melebihi cinta sang hamba kepada Allah swt. Bahkan, Allah swt. cemburu jika hambanya berbuat maksiat. Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi swt. bersabda, "Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya. " (Hadits muttafaq 'alaihi)

4. Perbanyaklah amal shalih. Bukan hanya amal-amal yang fardhu saja. Sebab, Allah swt. suka dan mencintai seorang hamba yang mendekatkan diri kepadanya dengan melakukan nawafil, amalan sunah. Kita bisa memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, berjihad, membaca Al-Qur'an, dan melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Kita sangat berharap semua amalan itu bisa mendatangkan banyak pahala. Tapi, kita lebih berharap lagi mendapat cintai dan ridha Allah swt.

5. Disyariatkan pula kita melakukan takbir muthlaq –yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied– dan takbir muqayyad –yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah. Bagi kita yang sedang tidak berhaji, takbir dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

6. Berkurban. Bisa kita lakukan pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq. Ibadah ini adalah sunnah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw. mengukuhkannya menjadi syariat bagi kita. Sabda Nabi, "Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". (Hadits muttafaq 'alaihi).

7. Dilarang mencabut atau memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban. Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: "Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya." Dalam riwayat lain, "Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban."

Hal ini untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah, "Dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan. " [QS. Al-Baqarah (2): 196]. Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.

 

8. Melaksanakan shalat Iedul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Bahkan, anak-anak dan wanita-wanita yang sedang haidh pun diperintahkan Nabi saw. untuk hadir bersama jama'ah shalat ied di tanah lapang untuk mendengarkan khutbah.

Wallahu’alam

Sunday, October 2, 2011

Saat Google Tidak Berfungsi

oleh Anggit Tinarbuka AW



Ini pengalaman saya baru-baru saja. Firefox, IE, Chrome, dll di laptop saat browsing melalui Google, sama sekali tidak ada respon.

Ketika akan mencari di search engine yang sangat tersohor ini pasti akan muncul tulisan seperti ini:

not found


nginx


404 error


Tentu sehari dua hari tidak menjadi masalah karena saya masih bisa menggunakan search engine yang lain. Menjadi masalah ketika saya sadar bahwa gangguan ini berlanjut dan juga saya tidak bisa mengakses situs-situs yang semisal google seperti:
Google ,Youtube, Gmail, dll.

Setiap kali reload page pasti akan muncul error message:

404 not found error nginx

 

Untuk pertama kali saya kira ada putus sambungan wifi / virus, akan tetapi pada situs lain tidak ada masalah. Bagi anda-anda yang memiliki bahkan mengalami nasib yang sama jangan khawatir. Akhirnya baru-baru ini saya menemukan solusi nya. Mudah dan menggembirakan..

Penyebab situasi ini adalah : HOST FILE has been hijacked

SOLUSI :

  • Untuk XP:

    • Klik Start > Run >Ketik cmd



  • Untuk Vista and 7:

    • Klik Start > Ketik cmd di Search field> Klik kanan > Run as Admnistrator.




 

Setelah muncul jendela baru yang berisi command prompt, ikuti langkah-langkah berikut ini satu persatu. J

angan lupa tekan ENTER setelah setiap perintah

  • Langkah 1:


    • cd c:\windows\system32\drivers\etc




  • Langkah 2:


    • cacls hosts /p everyone:f




  • Ketik Y dan enter


Beberapa kondisi tertentu mungkin anda malah menemukan error. Sistem tidak dapat menemukan file yang dimaksud, karena host file anda mungkin terhapus atau komputer anda menggunakan file backup yaitu hosts.old atau hosts.backup yang dibajak. Jika demikian maka anda me replace host dengan hosts.old di setiap langkah-langkahnya.

Misal bingung dengan penjelasan, langsung saja kepada langkah-langkahnya:

  • Langkah 3:


    • attrib hosts -s -h -r




  • Langkah 4:


    • notepad hosts





 

Tampilan ini akan menampilkan notepad, kemudian hapus entri yang tidak diinginkan seperti dibawah ini
 127.0.0.1       localhost              -XP
::1 localhost -vista and windows 7


  • Coba dilihat dan lihat bagaimana host file yang bersih seharusnya


  • Kemudian tekan Ctrl+s  untuk menyimpan notepad itu

  • Langkah 5:


    • attrib hosts +s +h +r




  • Selesai. Tutup jendela command ini. Cek browser anda lagi


 

Friday, September 23, 2011

2 Tokoh Presiden Yang Tak Dikenal

oleh Anggit Tinarbuka AW


Informasi mengenai topik ini mungkin bisa dianggap sebagai hal yang sudah lama sekali menjadi pembicaraaan. Tetapi tidak ada salahnya jika tulisan ini bisa setidaknya mengingatkan kembali atau mungkin memberikan informasi bagi yang memang belum mengetahuinya.



Sebagian besar informasi yang diberikan / didapatkan kita mengenai sejarah Indonesia menyebutkan bahwa selama kurang lebih 66 tahun (1945 - 2011) ini, Indonesia telah dipimpin oleh 6 presiden. Di dalam buku pengetahuan kenegaraaan pun demikian. Karena memang 2 presiden yang akan kita bicarakan nanti merupakan presiden yang bisa dianggap bukan presiden yang sebenar-benarnya karena mereka hanya menggantikan peran presiden yang utama. Bisa dibilang sebagai pengemban tugas presiden sementara. Tetapi tidak sedikit kalangan yang mungkin dari para sejarawan meyakini bahwa memang 2 presiden tersebut sebagaimana presiden yang lain.


Adapun orang-orang terhormat yang dikenal menjadi Presiden kita adalah:


Orde Lama


Presiden Pertama : Ir Soekarno



Orde Baru


Presiden Kedua : H. Soeharto



Reformasi


Presiden Ketiga : B J Habibie



Presiden Keempat : K H Abdurrahman Wahid ( Gus Dur)



Presiden Kelima : Megawati Soekarnoputri



Presien Keenam : Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)



Setelah bergantinya era Orde Baru ke era Reformasi, Indonesia mengalami berbagai krisis di segala aspek pemerintahan dan kenegaraan. Tetapi Indonesia melalui Presiden dan para anak-anak Bangsa lainnya tetap berusaha menjaga keutuhan NKRI dan juga menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.


 


Kenyataan bahwa Indonesia telah dipimpin oleh 8 orang presiden ternyata memang tidak keliru. Menurut catatan sejarah, terdapat dua tokoh yang juga memiliki peran sebagai presiden Indonesia. Dua tokoh tersebut adalah:


Sjafruddin Prawiranegara


Mr Assaat


Berikut perjalanan sejarahnya:



Presiden yang bisa dianggap sebagai Presiden kedua yaitu Sjafruddin Prawiranegara. Beliau menjadi Presiden sebagai Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Ketika itu posisi pemerintahan RI sedang kosong karena Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua. Belanda melakukan agresi militer kedua dan menyerang serta menguasai ibukota RI yang pada saat itu di Yogyakarta. Dalam insiden tersebut, Presiden Soekarno dan Moh Hatta beserta para pemimpin Indonesia lainnya ditangkap, ditahan serta diasingkan ke Pulau Bangka. Memahami sepenuhnya kabar dan keadaan tersebut, Sjafrudin Prawiranegara yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran mengusulkan dibentuknya pemerintah darurat.


Ketika itu beliau sedang berada di Bukit Tinggi Sumatera Selatan. Bersamaan dengan dikirimnya telegram oleh Presiden Soekarno dan Wapres Hatta yang berbunyi:


“Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra.”


Sungguh suatu peristiwa sejarah yang sangat mengagumkan. Mengingat ternyata telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi, tetapi Mr Sjafruddin telah mengambil langkah inisiatif yang sama. Kemudian diadakanlah rapat yang mengusulkan pembentukan suatu pemeritah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra pada saat itu Mr T M Hasan menyetujui usulan tersebut “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara.”


Tanggal 22 Desember 1948, 3 hari setelahnya, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di proklamasikan di Halaban dekat Payakumbuh. Mr Sjafruddin diangkat sebagai ketua / Presiden sembari merangkap Menteri Pertahanan Penerangan dan Luar Negeri. Pemerintahan tersebut di bantu Kabinet yang terdiri dari Mr T M Hasan, Mr S M Rasjid, Mr Lukman Hakim, Ir Mananti Sitompul, Ir Indracahya dan Marjono Danubroto. Sebagai Panglima Besar Angkatan Perang tetap dipimpin oleh Jendral Soedirman.


Mandat Presiden tersebut diserahkan kembali oleh Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. PDRI ini berdiri selama kurang lebih delapan bulan dibawah pimpinan Mr Sjafruddin Prawiranegara.



Berikutnya, Mr Assaat sebagai Presiden ketiga. Desember 1949 setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) Indonesia menyerahkan kedaulatannya dan menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, antara lain Republik Indonesia, Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dll. Presiden Soekarno dan Moh Hatta kala itu ditetapkan sebagai Presiden dan Perdana Menteri RIS. Sehingga kekosongan pimpinan di Republik Indonesia akhirnya dipegang oleh Mr Assaat sebagai Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI.


Peran Mr Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam pemerintahan dan menjadi sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Sehingga benar jika Mr Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.


Dengan demikian urutan Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno, Sjafruddin Prawiranegara, Assaat, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.



Perlu diketahui bahwasanya Mr Sjafruddin dan Mr Assaat bisa dikatakan sebagai Presiden Sementara, karena Presiden sejatinya dipilih melalui pemilihan Presiden melalui perwakilan.

Friday, September 16, 2011

Model Ikatan Sepatu

oleh Anggit Tinarbuka AW



Perkara sepatu yang menjadi fashion, bagi kalangan beberapa orang mungkin tidak terlalu penting. Tapi bagi kalangan yang lain yang senang bermode / mengkoleksi sepatu pasti rela untuk menghabiskan isi dompetnya agar terpenuhi keinginannya dalam bergaya dan mengkoleksi sepatu-sepatu yang dia sukai..

Tetapi sebenarnya untuk sekedar terlihat gaya dan baik tidak selalu harus mengorbankan uang yang banyak. Banyak hal yang bisa disiasati termasuk dalam memakai sepatu..

Bagi kamu-kamu yang sudah bosan dan tidak peduli dengan pemakaian sepatu. Disini terdapat beberapa model ikatan sepatu yang bisa dicoba untuk sekedar tampil beda maupun tampil gaya. Tidak perlu banyak usaha, hanya perlu fariasi dalam mengikat sepatu dan fariasi dalam ikatan sepatu itu sendiri..

Selain itu juga bisa untuk bergaya tanpa butuh banyak uang. Dan perlu diingat juga, kebersihan sepatu sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan kita, terutama kesehatan kaki. Kesehatan kaki yang terganggu akan sedikit banyak akan mempengaruhi pergerakan aktifitas kita bahkan jika sudah parah, malah akan memaksa kita untuk merogoh kantong untuk pengobatan..

Selamat melihat dan mencoba.. :)

A



J



G



O



H



B



K



F



E



L



 

Model2 ikatan sepatu ini umum digunakan dan diperkenalkan oleh orang-orang Jepang..

Sumber Referensi:

http://asianfansclub.wordpress.com/2011/09/14/cara-orang-jepang-mengikat-tali-sepatu/

Tips Menyimpan Bahan Makanan dalam kulkas

oleh Anggit Tinarbuka AW



1. Kulkas memiliki 2 kompartemen yang berbeda fungsi: refrigerator dan freezer dengan temperatur masing-masing maksimal 4°C dan -4°C.

2. Pada dasarnya, makanan atau bahan hidangan yang disimpan dalam kulkas akan tetap mengalami pembusukan jika disimpan melewati masa simpan yang sudah ditentukan. Kulkas berfungsi memperlambat proses pembusukan ini, bukan menghilangkan. Jadi pastikan aliran listrik yang stabil dan pemeliharaan yang baik agar lemari pendingin tetap menjalankan tugas dengan prima.



3. Selalu simpan bahan yang sudah dibersihkan. Jangan lupa gunakan wadah plastik tertutup untuk daging, ikan, buah dan produk berbahan susu (mentega, yogurt, susu segar & keju)

4. Jangan pernah menggunakan wadah yang terbuat dari metal untuk jangka waktu lama. Jenis metal yang aman, jika terpaksa menggunakannya, adalah stainless steel dan tetap harus ditutup rapat guna menghindari reaksi yang tidak diinginkan dari kontak makanan dan metal.

5. Jangan menyimpan makanan yang baru matang dan masih panas langsung ke dalam kulkas. Selain mempercepat makanan basi karena pendinginan yang tidak merata, hal ini juga merusak kulkas itu sendiri.

6. Untuk buah dan sayuran, gunakan kantong plastik berlubang untuk ventilasi agar tetap bertahan lama. Kantong plastik yang tertutup rapat menyebabkan buah dan sayuran cepat membusuk karena tidak ada udara mengalir.

7. Jika menggunakan freezer untuk menyimpan hidangan dan bahan makanan secara bersamaan, tempatkan hidangan matang selalu di bagian atas. Jangan biarkan tetesan cairan dari daging, ikan atau lainnya jatuh ke dalam hidangan matang.

8. Selain itu, jangan letakan apapun di atas cetakan batu es dalam freezer. Anda pasti tidak ingin menyajikan es sirop rasa ikan yang amis karena es batu tertetesi air dari kantong penyimpanan ikan.

9. Kulkas bukan tempat terakhir dari hidangan yang masih ingin Anda simpan. Pastikan sesekali untuk membersihkan kulkas dari hidangan yang sudah terlalu lama tersimpan.

10. Agar praktis dan aman bagi kesehatan, beri tanggal dari tiap bahan makanan atau hidangan yang disimpan agar Anda tahu umur dari bahan makanan yang Anda simpan di kulkas.

11. Sekarang banyak tersedia wadah (container) plastik dengan kualitas food grade. Wadah ini bisa menjadi pilihan yang baik karena dapat digunakan untuk jangka waktu lama karena kedap udara dan memang materialnya disesuaikan untuk menjaga kualitas makanan.

12. Untuk produk susu segar dan turunannya, batasi untuk mengkonsumsi maksimal 1 hari sebelum jatuh tanggal kadaluwarsa. Produk ini dapat rusak sebelum tanggal kadaluwarsa di antaranya karena penanganan yang kurang baik atau terjadi pemutusan aliran listrik lebih dari 2 jam.

13. Kulkas model lama memiliki proses defrost (menghilangkan bunga es), inilah waktu yang baik untuk membersihkan lemari. Idealnya 6 bulan sekali dan tidak perlu mencungkil bunga es dengan benda tajam agar lepas.

14. Jangan mengambil bunga es untuk dikonsumsi, misalnya sebagai pendingin untuk segelas sirop. Ada kemungkinan sewaktu mencair terdapat beberapa bakteri yang hidup kembali.

15. Bahan masakan seperti bawang dan kentang tidak perlu disimpan di dalam lemari pendingin. Cukup simpan jauh dari sinar matahari, panas atau kelembaban yang berlebihan.

16. Beras, tepung terigu dan sejenisnya dapat diletakan di lantai yang dialasi kayu agar tidak terjadi kontak langsung. Agar lebih aman dan tahan lama, idealnya beras disimpan dalam wadah plastik bertutup. Jangan berikan kesempatan kutu-kutu atau binatang pengerat menikmati beras milik Anda.

17. Untuk bumbu-bumbuan kering, bubuk, gula dan garam, gunakan wadah berbahan kaca yang tertutup. Botol bekas dari bahan hidangan dapat digunakan setelah dibilas bersih dan dikeringkan. Jangan lupa tempelkan label yang sesuai isi agar tidak perlu terjadi kesalahan yang tidak perlu.

18. Bumbu dapur juga dapat disimpan dalam kulkas dengan dibungkus kertas atau plastik untuk menjaga kelembaban sehingga sari atau aroma yang diperlukan nanti tidak menguap dan tidak kering. Simpanlah pada laci kulkas bagian bawah.

 

Sumber Referensi:

Blog berbagai resep masakan http://ieie22plester.blogspot.com/

Friday, September 9, 2011

Lirik Idul Fitri (Tasya)

Setelah Berpuasa Satu Bulan Lamanya
Berzakat fitrah Menurut Perintah Agama
Kini Kita BerIdul fitri Berbahagia
Mari Kita Berlebaran Bersuka Gembira

Berjabatan Tangan Sambil Bermaaf – Maafan
Hilang Dendam Habis Marah Di Hari Lebaran
Berjabatan Tangan Sambil Bermaaf – Maafan
Hilang Dendam Habis Marah Di Hari Lebaran

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Mama Papa Minal Adzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Adik
Kakak Maafin Tasya Ya?
Nenek
Kakek
Saudara – Saudara
Minal Aidzin
Teman – Teman
Ibu Bapak Guru

Tetangga
Minal Aidzin
Pak Rt
Bu Rt
Pak Satpam
Semuanya Deh Minal Aidzin

Dari Segala Penjuru Mengalir Ke Kota
Rakyat Desa Berpakainan Baru Serba Indah
Setahun Sekali Ke Kota Naik Bis Kerek
Hilir Mudik Jalan Kaki Pincang Sampai Sore

Akibatnya Tenteng Slop Sepatu Teropeh
Kakinya Pada Lecet Babak Belur Berabe

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Minal Aidzin Wal faidzin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Tuesday, September 6, 2011

Menjaga Kebaikan dalam Makanan

oleh Anggit Tinarbuka AW


“Hai rasul-rasul makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal salih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mu’minuun 23 : 51)



Segala puji bagi Allah atas segala karunianya kepada setiap hamba-hamba dan seluruh makhluk Nya di dunia dan akhirat. Segala syukur juga seyogyanya diagungkan pada setiap umat muslimin atas karunia Islam yang dibawa bersama Rasulullah SAW, yang senantiasa kita nantikan syafaat nya di hari kiamat nanti. Karena sesungguhnya dengan syafaat yang nanti diberikan kepada yang Allah kehendakilah kita menjadi pribadi-pribadi yang beruntung atas syafaat tersebut pada hari dimana segala macam perlindungan, pertolongan dan syafaat ditolak selain dari Nya.


“Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.” (QS Al Baqarah 2 : 48)


Atas ijin dan rahmat Allah, kita sebagai umat Islam tidak perlu keraguan maupun kekhawatiran dalam beramal serta beribadah. Telah dianugerahkan kepada umat muslim Al Quran dan Al Hadits yang menjadi pedoman kita hidup didunia ini. Segala aspek kehidupan ini telah terdapat petunjuknya termasuk kaitannya dengan makan dan kuliner.


Dari kutipan salah satu ayat Al Quran di awal menunjukkan bahwa aspek makanan merupakan hal yang penting juga untuk diperhatikan bagi kaum muslimin. Secara langsung Allah menyuruh rasul-rasulNya untuk memperhatikan makanan yang dimakannya. Allah menciptakan bumi seisinya untuk kesenangan umat manusia, tetapi tidak semuanya baik sehingga hanya makanan yang baiklah yang memang baik.


Makanan merupakan sebuah nikmat. Dengannya lah kita dapat kesenangan, kepuasan, kemanfaatan serta kekuatan untuk menjalani hidup. Begitupula kebalikannya, jika kita terlalu berlebihan dalam kesenangan dan kepuasannya maka membawa hal yang tidak baik pula. Oleh karena itu selain petunjuk tentang makan juga terdapat petunjuk dalam berpuasa bagi umat muslim sebagai penjaga hawa nafsunya. Berlebihan dalam makanan juga dianggap tidak baik, jadi yang dimaksud perintah makan dari makanan yang baik-baik dimensinya luas. Yaitu baik dari segi zat / makanannya, baik dari segi mendapatkannya, baik dari segi mengolahnya maupun baik dari segi menikmatinya.


Memang Allah lah Yang Maha Mengetahui. Anjuran memakan makanan yang baik ini, dikaji dan dikaitkan dengan bidang kesehatan, begitu besar maknanya. Makanan yang baik akan memberikan nutrisi yang baik saat diserap oleh tubuh. Sehingga menjadikan tubuh lebih segar, sehat, merangsang pertumbuhan dan perkembangan segala sel di jaringan dan organ tubuh. Selain itu juga memberi kekebalan terhadap tubuh sebagai bentuk pertahanan dari berbagai penyakit. Makanan-makanan yang baik ini juga membangun kecerdasan akal dan pikiran. Dengan makanan yang baik ini menjadikan pribadi menjadi baik sehingga membentuk kelompok masyarakat yang baik, bangsa yang baik serta umat yang baik. Dalam bidang psikologi pun dapat diketahui bahwa makanan yang baik akan memberikan perasaan yang baik, semangat dan pikiran yang baik.


Dalam menjaga makanan kita, tidaklah perkara yang mudah karena banyaknya ragam dan budaya makanan yang hadir di masyarakat Islam saat ini. Tetapi juga bukan merupakan hal yang sulit jika kita benar-benar berniat dan berusaha dalam menjaganya.


“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah 2 : 168)


Agar tidak terjebak dalam bentuk kesenangan berkuliner ini, cara yang bisa kita lakukan adalah meniru sifat makan Rasulullah SAW. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau kecuali makanan tersebut halal dan toyyib (baik). Rasululloh juga selalu makan dengan tenang dan tuma’ninah. Cara tersebut membuat sistem organ pencernaan menjadi lebih ringan dan berjalan sempurna.


Hal yang perlu diketahui pula dalam upaya menjaga diri dari makanan-makanan yang baik-baik adalah bahwasanya para sahabat dan ulama-ulama sangat berhati-hati dalam hal makanan mereka. Apabila sedikit saja makanan yang dimakan mengandung ketidak halalan di dalamnya, maka tidak segan-segan untuk ditinggalkan maupun dibuang. Dari makanan yang baik itu akan tumbuh menjadi daging yang baik pula, sehingga baik seluruh tubuh. Dan dari makanan yang haram akan menjadi sebab tertolaknya terkabulnya doa dan tertolaknya diterimanya amal ibadah selama 40 hari. Semoga kita diberikan petunjuk serta kemudahan dari Allah untuk bisa menghindarinya. Amin


 


Sumber Referensi:


Al Qur'anur Kariim


Buku Kuliner Islami

Tuesday, August 30, 2011

Ucapan Idul Fitri

oleh Anggit Tinarbuka AW



Ucapan :

"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin"



merupakan ucapan yang biasa disampaikan dan diterima oleh kaum muslimin di hari lebaran baik melalui lisan ataupun kartu ucapan idul fitri. Ada dua kalimat yang diambil dari bahasa arab di sana, yaitu kalimat ke dua dan tiga. Apakah arti kedua kalimat itu? Dari mana asal-usulnya? Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal ‘aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Benarkah dua kalimat yang terakhir memiliki makna yang sama?

Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkum di antara mereka. Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. Para sahabat juga biasa menambahkan: shiyamana wa shiyamakum, semoga juga puasaku dan kalian diterima.

Jadi kalimat yang ke dua dari ucapan selamat lebaran di atas memang biasa digunakan sejak jaman para Sahabat Nabi hingga sekarang.

Lalu bagaimana dengan kalimat: minal ‘aidin wal faizin? Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )

Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri. ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian)

Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.

Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita).

Jadi, selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.

Wallahu a’lam.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM, JA’ALANALLAAHU MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN, AMIN…

Sumber Referensi:

http://www.paidjo.web.id/informasi/arti-minal-%E2%80%98aidin-wal-faizin-bukan-mohon-maaf-lahir-batin

Saturday, August 27, 2011

Seputar Idul Fitri

oleh Anggit Tinarbuka AW



Ada beberapa hal yang dicontohkan Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam terkait dengan pelaksanaan hari raya dalam hal ini Shalat ‘Iedul fitri , di antaranya:



Mandi Sebelum ‘Ied

 

Disunnahkan bersuci dengan mandi untuk hari raya karena hari itu adalah tempat berkumpulnya manusia untuk sholat. Namun, apabila hanya berwudhu saja, itu pun sah. (Ahkamul Iedain, Dr. Abdulloh At Thoyyar – edisi Indonesia). Dari Nafi’, bahwasanya Ibnu Umar mandi pada saat ‘Iedul fitri sebelum pergi ke tanah lapang untuk sholat (HR. Malik, sanadnya shohih). Berkata pula Imam Sa’id bin Al Musayyib, “Hal-hal yang disunnahkan saat Iedul Fitri (di antaranya) ada tiga: Berjalan menuju tanah lapang, makan sebelum sholat ‘Ied, dan mandi.” (Diriwayatkan oleh Al Firyabi dengan sanad shohih, Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).

 

Makan Sebelum Berangkat Shalat 'Ied

 

Disunnahkan makan sebelum melaksanakan sholat ‘Iedul Fitri. Hal ini berdasarkan hadits dari Buroidah, bahwa beliau berkata: “Rosululloh dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Iedul Fitri sampai beliau makan dan pada Iedul Adha tidak makan sampai beliau kembali, lalu beliau makan dari sembelihan kurbannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadnya hasan). Imam Al Muhallab menjelaskan bahwa hikmah makan sebelum sholat saat ‘Iedul Fitri adalah agar tidak ada sangkaan bahwa masih ada kewajiban puasa sampai dilaksanakannya sholat ‘Iedul Fitri. Seakan-akan Rosululloh mencegah persangkaan ini. (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).

 

Memperindah (berhias) Diri pada Hari Raya

 

Dalam suatu hadits, dijelaskan bahwa Umar pernah menawarkan jubah sutra kepada Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam agar dipakai untuk berhias dengan baju tersebut di hari raya dan untuk menemui utusan. (HR. Bukhori dan Muslim). Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam tidak mengingkari apa yang ada dalam persepsi Umar, yaitu bahwa saat hari raya dianjurkan berhias dengan pakaian terbaik, hal ini menunjukkan tentang sunnahnya hal tersebut. (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan). Perlu diingat, anjuran berhias saat hari raya ini tidak menjadikan seseorang melanggar yang diharamkan oleh Alloh, di antaranya larangan memakai pakaian sutra bagi laki-laki, emas bagi laki-laki, dan minyak wangi bagi kaum wanita.

 

Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik.” [Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, 1/425.]

 

Berbeda Jalan antara Pergi ke Tanah Lapang dan Pulang darinya

 

Disunnahkan mengambil jalan yang berbeda tatkala berangkat dan pulang, berdasarkan hadits dari Jabir, beliau berkata, “Rosululloh membedakan jalan (saat berangkat dan pulang) saat iedul fitri.” (HR. Al Bukhori). Hikmahnya sangat banyak sekali di antaranya, agar dapat memberi salam pada orang yang ditemui di jalan, dapat membantu memenuhi kebutuhan orang yang ditemui di jalan, dan agar syiar-syiar Islam tampak di masyarakat. (Ahkamul Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).

 

Bertakbir ketika keluar hendak shalat ‘ied

 

Dalam suatu riwayat disebutkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” [Dikeluarkan dalam As Silsilahh Ash Shahihah no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.]

 

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Al Fadhl bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin’Abbas, ‘Ali, Ja’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummi Ayman, mereka mengangkat suara membaca tahlil (laa ilaha illallah) dan takbir (Allahu Akbar).” [Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (3/279). Hadits ini hasan. Lihat Al Irwa’ (3/123)]

 

Di antara lafazh takbir adalah,

 

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya)”

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa lafazh ini dinukil dari banyak sahabat, bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa lafazh ini marfu’ yaitu sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Syaikhul Islam juga menerangkan bahwa jika seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar“, itu juga diperbolehkan.

 

Menyuruh wanita dan anak kecil untuk berangkat shalat ‘ied

 

Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu ‘Athiyah yang pernah kami sebutkan. Namun wanita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika keluar rumah, yaitu tidak berhias diri dan tidak memakai harum-haruman.

 

Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas (yang ketika itu masih kecil) pernah ditanya, “Apakah engkau pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab, “Iya, aku menghadirinya. Seandainya bukan karena kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu aku tidak akan menghadirinya.” [HR. Bukhari no. 977.]

 

Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat

 

Dari Ibnu ‘Umar, beliau mengatakan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.“ [HR. Ibnu Majah no. 1295. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

 

Tuntunan Sebelum Shalat ‘Ied




1. Waktu shalat ‘ied dimulai dari matahari setinggi tombak sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat. Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat ‘Idul Fithri dan mempercepat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha. Ibnu ‘Umar  yang sangat dikenal mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan kecuali hingga matahari meninggi.”

2. Tempat pelaksanaan shalat ‘ied lebih utama (lebih afdhol) dilakukan di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat seperti praktek Ibnu ‘Umar. Lalu berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Zaadul Ma’ad, 1/425)

4. Makan sebelum keluar menuju shalat ‘ied khusus untuk shalat ‘Idul Fithri (HR. Ahmad, hasan).

5. Bertakbir ketika keluar hendak shalat ‘ied (As Silsilah Ash Shahihah no. 171).

6. Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda (HR. Bukhari).

7. Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat (HR. Ibnu Majah, hasan).

8. Tidak ada shalat sunnah qobliyah dan ba’diyah ‘ied (HR. Bukhari dan Muslim).

9. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke tempat shalat, beliau pun mengerjakan shalat ‘ied tanpa ada adzan dan iqomah. Juga ketika itu untuk menyeru jama’ah tidak ada ucapan “Ash Sholaatul Jaam’iah.” Yang termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak melakukan hal-hal semacam tadi. (Zaadul Ma’ad)

 

Tata Cara Shalat ‘Ied




Jumlah raka’at shalat Idul Fithri dan Idul Adha adalah dua raka’at. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut.

1. Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.

2. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/ tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar.

3. Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”

4. Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua.

5. Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dan seterusnya).

6. Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.

7. Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

8. Setelah melaksanakan shalat ‘ied, imam berdiri untuk melaksanakan khutbah ‘ied dengan sekali khutbah (bukan dua kali seperti khutbah Jum’at). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan khutbah di atas tanah dan tanpa memakai mimbar. Beliau pun memulai khutbah dengan “hamdalah” (ucapan alhamdulillah) sebagaimana khutbah-khutbah beliau yang lainnya (Lihat Zaadul Ma’ad dan Shahih Fiqh Sunnah). Jama’ah boleh memilih mengikuti khutbah ‘ied atau tidak (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, shahih).

 

Sumber Referensi:

http://muslim.or.id/ramadhan/menyabut-hari-fithri.html

Note Facebook dari saudara Muhammad Iqbal Masruri