Sunday, March 9, 2014

Pelaut Muslim Cheng Hoo

artikel dikutip dari Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo


Di kalangan masyarakat Indonesia, Haji Mohammad Cheng Hoo yang juga ditulis dengan Laksamana Haji Mohammad Zheng He atau juga dikenal dengan Ma Zheng He, cukup dikenal khususnya bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia. Hanya saja mereka lebih mengenal dengan nama Sam Po Kong dan orang Jawa mengenalnya dengan sebutan Dampo Awang sesuai dengan buku ‘Sam Po Kong di Indonesia’ karya Prof. Kong Yuan Zhi.

Sebagai seorang bahariawan, dunia internasional mengakui ekspedisi Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo mempunyai nilai sejarah yang cukup besar. Bahkan sebenarnya, nilainya tak kalah dari ekspedisi Marco Polo dan Christopher Colombus, yang diakui oleh sejarawan dunia.


Ekspedisi pertama Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo dimulai 11 Juli 1405 M. Ekspedisi ini berlangsung beberapa kali, selama 26 tahun sampai 1433 M, diikuti oleh 200 kapal dengan personil 28.000 awak kapal menziarahi 38 negara di Asia Afrika. Ekspedisi ini juga mampu mendorong hubungan bilateral dalam bentuk politik atau perdagangan dengan negara-negara yang dikunjungi. Hasil yang paling nyata dari ekspedisi Cheng Hoo adalah terbuka ‘Jalur Sutra dan Keramik’.

Dari tujuh kali ekspedisinya keliling dunia, Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo selalu melintasi Indonesia. Di Pulau Jawa, Laksamana Haji Mohammad Cheng Hoo bersama anak buahnya mendirikan masjid dan musholla antara lain Masjid di Gunung Batu Semarang yang sekarang dikenal / menjadi Kelenteng Sam Po Kong dan beberapa musholla di Ancol, Cirebon, Tuban, Gresik, Surabaya dan Pasuruan.

Tim ekspedisi Cheng Hoo benar-banr merupakan sebuah armada yang ersusun rapi, dengan sejumlah tenaga yang sangat terampil juga bertanggung jawab tinggi. Ekspedisi yang demikian spektakuler juga melahirkan sejumlah produk budaya baik di negeri Tiongkok maupun negeri-negeri yang dikunjungi. Di negeri Tiongkok untuk mengenang jasanya dibangun gedung memorial di Khun-Yang. Di Nanking Taman Tai Ping kemudian oleh Kaisar diperintahkan diganti namanya menjadi Taman Haji Muhammad Cheng Hoo. Taman itu direnovasi dan dibangun masjid di dalamnya. Ekspedisi Cheng Hoo berlangsung selama 83 tahun sebelum Bartolomeus Diaz mencapai Tanjung Harapan di Afrika Selatan (1488). Juga jauh lebih dulu dibanding ekspedisi Vasco da Gama (1498), Christopher Colombus (1492) maupun Ferdinand Magellan (1519).

Laksamana Haji Muhammad Cheng Hoo yang bernama asal Ma Hoo, sebagai warga teladan dia mendapatkan penganugerahan Marga Zheng (Cheng) oleh Kaisar Ming pada tanggal 1 bulan 1 tahun 02 Yong Le, sehingga Ma Hoo bernama lengkap Ma Cheng Hoo. Sebagai seorang bahariawan reputasinya disamping merupakan ekspedisi antar benua pertama juga yang terbesar sepanjang zaman. Sebagai seorang muslim yang berprestasi, Cheng Hoo adalah sangat layak dijadikan sebagai tokoh kebanggaan setiap muslim.

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Cheng Hoo adalah seorang ahli pelayaran dan ahli manajemen. Pada masa pelayarannya Cheng Hoo berhasil memimpin kurang lebih 27.000 awak kapal dari berbagai suku, agama dan ras, hal ini membuktikan bahwa Cheng Hoo adalah ahli manajemen. Selain itu Cheng Hoo adalah ahli politik dan seorang duta perdamaian.

Cheng Hoo adalah seorang muslim sejati dan toleran pada agama lain selama masa 7 kali pelayaran Cheng Hoo selalu menjalin persahabatan dengan negara-negara yang dikunjunginya sesuai dengan apa yang ada pada Al Quran. Pengalaman dalam pelayaran Cheng Hoo telah membuktikan di sepanjang jaman bahwa dalam pelayarannya telah terjadi toleransi paling sempurna antar etnis dan kepercayaan yang berbeda. Untuk mengenang jasa Cheng Hoo, berbagai kalangan dari berbagai suku bangsa dan kepercayaan menghormatinya dengan cara mereka masing-masing.


Destinasi:
-          Cheng Hoo : Masuk laut merah sampai pantai timur Afrika
-          Christopher Colombus : Menemukan Amerika dan jalur lainnya
-          Vasco da Gama : Menemukan jalur layar Eropa – India
Jumlah Pelayaran:
-          Cheng Hoo : 7 kali
-          Christopher Colombus : 4 kali
-          Vasco da Gama : 4 kali
Masa Pelayaran
-          Cheng Hoo : 1405 – 1433
-          Christopher Colombus : 1492 – 1504
-          Vasco da Gama : 1497 – 1498
Jumlah Personil
-          Cheng Hoo : 27.000 orang
-          Christopher Colombus : 1.500 orang
-          Vasco da Gama : 1.600 orang
Jumlah Kapal
-          Cheng Hoo : 62 kapal besar dan 100 kapal kecil
-          Christopher Colombus : 17 kapal
-          Vasco da Gama : 4 kapal
Ukuran Kapal
-          Cheng Hoo : 147 x 60 meter
-          Christopher Colombus : 24,5 x 6 meter
-          Vasco da Gama : 120 ton

No comments:

Post a Comment

Beri Komentar...
Jangan lupa klik iklan-iklan blog ini..